Perang Israel Palestina
Serangan Israel ke Jalur Gaza Tewaskan 88 Staff PBB
Sebanyak 18 pemimpin badan-badan PB pun menerbitkan pernyataan bersama meminta gencatan senjata segera di Gaza.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/serangan-udara-israel-ke-gaza-palestina-hamas-9102023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, GAZA - Sebanyak 88 staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Jumlah korban di pihak PBB akibat serangan Israel disebut tertinggi yang pernah tercatat dalam suatu konflik.
Sebanyak 18 pemimpin badan-badan PB pun menerbitkan pernyataan bersama meminta gencatan senjata segera di Gaza.
Para pemimpin PBB mengaku khawatir dengan korban jiwa yang terus bertambah dalam serangan Israe.
“Kita perlu gencatan senjata humaniter segera. Ini sudah 30 hari. Cukup, sudah cukup. Ini harus berhenti sekarang,” tulis pernyataan bersama para pemimpin PBB dikutip Al Jazeera, Minggu (5/11/2023).
Para pemimpin PBB termasuk pimpinan UNICEF, UN Women, WFP, WHO, dan UNRWA.
Baca juga: Israel Tuduh RS Indonesia Lindungi Terowongan Hamas, MER-C Membantah
Mereka menyebut pembunuhan warga Palestina dan Israel sebulan belakangan “mengerikan”.
Sebelumnya, direktur UNRWA, badan Pbb yang mengurus pengungsi Palestina, Thomas White menyebut bendera PBB sudah tidak cukup untuk melindungi warga Palestina yang berlindung di fasilitas PBB.
Israel diketahui turut menyerang sekolah-sekolah UNRWA yang menjadi tempat pengungsian warga Gaza.
Baca juga: Israel Tuduh RS Indonesia di Gaza Dibangun di atas Terowongan Hamas