Perang Israel Palestina
Tolak Pesawat dari Israel, Massa Serbu Bandara Rusia
Laporan berita Rusia mengatakan orang-orang di antara kerumunan itu meneriakkan slogan-slogan antisemit dan mencoba menyerbu pesawat milik maskapai.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/warga-rusia-serbu-bandara-tolak-israel-30102023.jpg)
Kementerian Dalam Negeri Distrik Federal Kaukasia Utara Rusia, tempat Dagestan berada, menyatakan bahwa rekaman CCTV akan digunakan untuk mengetahui identitas mereka yang menyerbu bandara, dan mereka yang terlibat akan dibawa ke pengadilan.
Sementara itu, pemerintah daerah Dagestan mengimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak ikut ambil bagian dalam protes semacam itu.
“Kami mendesak warga republik ini untuk memahami situasi dunia saat ini. Otoritas federal dan organisasi internasional melakukan segala upaya untuk mewujudkan gencatan senjata terhadap warga sipil Gaza. Kami mendesak penduduk republik ini untuk tidak menyerah pada provokasi kelompok destruktif dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” tulis pemerintah Dagestan di Telegram.
Baca juga: Laporkan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional, Palestina Bawa Bukti Kejahatan Perang
Mufti Agung Dagestan, Syekh Akhmad Afandi, mengimbau warga untuk menghentikan kerusuhan di bandara.
"Anda salah. Masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan cara ini. Kami memahami dan merasakan kemarahan Anda dengan sangat menyakitkan. Kami akan menyelesaikan masalah ini secara berbeda. Bukan dengan demonstrasi, tapi dengan tepat. Kesabaran dan ketenangan maksimal untuk Anda,” ujarnya dalam video yang diunggah ke Telegram.
Gubernur Dagestan Sergei Melikov lebih tegas dalam mengkritik para pengunjuk rasa, dan menjanjikan konsekuensi bagi siapa pun yang mengambil bagian dalam penyerbuan bandara.
Baca juga: 18 Jurnalis Palestina Tewas di Gaza akibat Serangan Israel
“Tindakan mereka yang berkumpul di bandara Makhachkala hari ini merupakan pelanggaran hukum yang berat! Apa yang terjadi di bandara kami sangat keterlaluan dan harus mendapat penilaian yang sesuai dari lembaga penegak hukum! Dan ini pasti akan terlaksana!” tulisnya di Telegram.
Badan penerbangan sipil Rusia, Rosaviatsia, kemudian melaporkan bahwa lapangan terbang tersebut telah diamankan dari orang-orang yang tidak berkepentingan, namun bandara tersebut untuk sementara akan tetap ditutup bagi pesawat yang datang hingga 6 November.
(*)