Kamis, 7 Mei 2026

Cacar Monyet

Sudah 14 Kasus Cacar Monyet, Kemenkes Lapor WHO

Vaksin akan diberikan dua dosis pada satu orang. Sampai saat ini pemberian vaksin baru pada kelompok yang diprioritaskan.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Sudah 14 Kasus Cacar Monyet, Kemenkes Lapor WHO
IST
Ilustrasi. 

Sejauh ini, case fatality rate (angka kematian) dari Monkeypox masih berada di bawah satu persen. Sehingga dapat dikatakan angka kematian dari Monkeypox yang saat ini tengah meningkat masih rendah.

Namun, Pakar Ahli kesehatan masyarakat sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman imbau pada masyarakat untuk tidak anggap remeh. "Tapi tidak bisa dianggap remeh. Karena Monkeypox bisa menyerang berbagai organ,"ujar Dicky.

Apalagi jika menginfeksi orang yang berisiko seperti kelompok dengan gangguan imunitas, maka Monkeypox bisa sangat membahayakan. Selain itu, meski terjadi pada kelompok risiko tinggi tadi, tapi tidak menutup kemungkinan penularan bisa terjadi pada populasi umum.

Diantaranya seperti ibu dan anak-anak. Oleh karena itu, Dicky pun menyarankan pemerintah bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berkaitan dengan kelompok berisiko.

Seperti yang diketahui, salah faktor risiko penularan penyakit ini adalah melakukan hubungan seksual berisiko.

"Nah ini dipahami dan menjadi satu pendorong untuk pemerintah bekerja sama di setiap level. Dengan LSM penjangkau gay, lesbian untuk bisa dijangkau dan diberikan literasi dan memudahkan treacing," papar Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan jika Monkeypox tidak akan sampai seperti Covid-19. Namun, lebih ke arah epidemi seperti HIV (human immunodeficiency virus).(Tribun Network/ais/mam/wly)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved