Kamis, 7 Mei 2026

Cacar Monyet

Sudah 14 Kasus Cacar Monyet, Kemenkes Lapor WHO

Vaksin akan diberikan dua dosis pada satu orang. Sampai saat ini pemberian vaksin baru pada kelompok yang diprioritaskan.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Sudah 14 Kasus Cacar Monyet, Kemenkes Lapor WHO
IST
Ilustrasi. 

Kemenkes lanjut Maxi juga akan memberikan 1000 dosis vaksin untuk tanggulangi Monkeypoy pada 500 orang berisiko tinggi.

"Kita juga melakukan vaksinasi. Kita menambah dengan jumah sasaran kelompok rentan. Vaksinasi yang tersedia masih 1000 dosis untuk 500 orang," ujar Maxi.

Vaksin akan diberikan dua dosis pada satu orang. Sampai saat ini pemberian vaksin baru pada kelompok yang diprioritaskan.

"Kita masih batasi," kata Maxi.

Kriteria yang mendapatkan vaksin untuk Monkeypox adalah laki-laki yang dalam 2 minggu terakhir melakukan hubungan seksual berisiko dengan sesama jenis dengan atau tanpa status ODHIV.

Saat ini sudah ada 157 orang yang divaksinasi dan program ini masih dilakukan secara terbatas di dKI Jakarta.

Di sisi lain, pihaknya juga memperkuat surveilans untuk menemukan kasus aktif di fasilitas kesehatan. Kemenkes juga meminta bantuan pada komunitas terkait untuk menelusuri kasus.

"Tentu minta bantuan teman-teman komunitas untuk melalkukan jangkauan kelompok tertentu untuk deteksi. Terutama mencari kontak eratnya," kata Maxi.

Selain itu Kemenkes juga menyediakan laboratorium kesehatan untuk meningkatkan kemampuan pemeriksaan. Pada pasien yang telah dinyatakan positif, Kemenkes memberikan terapi dan fasilitas isolasi di rumah sakit.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk memperluas kebijakan vaksinasi kepada mereka yang berisiko tinggi terjangkit cacar monyet atau monkeypox.

"Harus ditindaklanjuti dengan kebijakan perluasan vaksinasi hingga ke wilayah sekitarnya seperti Banten dan Jawa Barat, terutama kepada mereka yang berisiko tinggi," ujar Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher.

Kemenkes, kata Wakil Ketua FPKS DPR RI ini, harus menjadikan daerah seputar Jakarta sebagai prioritas surveilans dan vaksinasi agar penyakit tersebut bisa dilokalisir.

"Daerah-daerah tersebut memiliki jarak dan akses yang berdekatan dengan Jakarta. Mobilitas penduduk antar daerah tersebut juga terbilang tinggi," ujarnya.

Lebih lanjut Netty juga meminta Kemenkes agar mengencarkan sosialisasi kepada mereka yang disebut sebagai orang yang berisiko tinggi terkena monkeypox, seperti pelaku hubungan biseksual.

"Sebagaian besar pasien tersebut adalah orang dengan orientasi seksual sesama jenis dan orang dengan infeksi HIV/AIDS," tandasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved