Hari Ini dalam Sejarah: Hari Anak Perempuan Internasional 11 Oktober
Melalui Hari Anak Perempuan Internasional, kita dapat memperjuangkan hak, pendidikan, dan kesehatan anak perempuan, serta mengingatkan akan...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-ayah-anak-perempuan-gadis-keluarga-kecil-bahagia-11102023.jpg)
Ini adalah panduan pertama yang secara global mengakui perlunya mengatasi tantangan yang dihadapi oleh remaja perempuan di seluruh dunia.
Hari Perempuan Internasional bermula dari kampanye “Because I am a Girl” yang digagas oleh organisasi non-pemerintah internasional, Plan International, pada tahun 2007.
Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang perlunya mendukung perempuan di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang di mana kondisinya seringkali sulit.
Baca juga: Hari Batik Nasional, Bagian I: Sejarah Batik dan Warisan Kain Tradisional Indonesia
Fokus kampanye ini adalah merawat perempuan, mempromosikan hak-hak mereka, dan mengatasi kemiskinan.
Hari Perempuan Internasional muncul sebagai gagasan selama kampanye ini dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah Kanada dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada Konferensi Dunia tentang Perempuan di Beijing tahun 1995, negara-negara mengadopsi rencana tindakan untuk mendukung hak perempuan dan melindungi masa depan perempuan muda di seluruh dunia.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pemberontakan G30S PKI dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober
Inisiatif dari Plan International dan badan-badan lainnya menguatkan perjuangan ini. Kemudian, Kanada mengusulkan resolusi di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengakui 11 Oktober 2012 sebagai Hari Perempuan Internasional, dengan fokus awal pada pernikahan anak.
Setiap tahun, perayaan ini memiliki tema yang berbeda yang mencerminkan masalah yang dihadapi perempuan muda.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hari Jantung Sedunia 29 September
Pentingnya pemberdayaan anak perempuan dalam pertumbuhan ekonomi diakui dalam perayaan ini.