Pasar Seni Makale
Pasar Seni Makale Kini Bersih di Siang Hari, Namun Gelap di Malam Hari
Untuk menjaga kekondusifan tersebut, terlihat personil Satpol PP bergantian berjaga di area Pasar Seni Makale pada waktu siang dan sore setiap harinya
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-Pasar-Seni-Makale.jpg)
Titik tersebut, di antaranya area gedung Rektorat UKI Toraja, SMA Kristen Makale, dan Graha Telkom Makale.
“Dagangan kami ini terpaksa kami pindahkan dari Pasar Seni Makale karena tiba-tiba dianjurkan demikian oleh Satpol PP. Akhirnya kita semua menjual terpisah-pisah,” ujar seorang PKL siomay yang tidak ingin disebutkan namanya.
“Mengapa saya katakan terpisah-pisah, karena ini benar-benar kami hanya disuruh pindah, tidak direlokasi. Alasannya pun tidak jelas, katanya mengotori dan bikin macet padahal kami tiap selesai jualan selalu menyapu dan membersihkan,” imbuh PKL tersebut.
Namun, tidak semua PKL yang tergusur terpantau melanjutkan berjualan di Makale.
PKL yang menawarkan sarana bermain anak seperti melukis dan mobil remote misalnya, mereka tidak lagi ditemukan di area Makale.
Tanpa kehadiran PKL, area Pasar Seni Makale yang berada persis di tengah kota bak mati suri, terlebih pada malam hari.
Pengunjung juga terpantau tak betah berlama-lama di Pasar Seni Makale hingga malam hari, dikarenakan minim penerangan di beberapa titiknya.
Minimnya penerangan tersebut menambah kesan remang-remang di tengah kota, sehingga kerap kali disalahgunakan oleh anak muda.
Penggusuran Berujung Gedung UMKM Terbengkalai
Penggusuran serupa pernah terjadi pada tahun 2021 di Pasar Seni Makale, utamanya kompleks gedung UMKM.
Penggusuran tersebut berdasarkan arahan Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja yang dikeluarkan melalui surat tertanggal 16 April 2021 oleh Pejabat Sekretaris Daerah saat itu, Samuel Tande Bura.
Dalam surat tersebut, pelaku UMKM yang menempati kompleks gedung Pasar Seni Makale secara resmi dan berdasarkan kontrak, diminta untuk segera mengosongkan kios mereka.
Selain itu, disebutkan pula dalam surat tersebut, alasan pengosongan Pasar Seni Makale untuk mengembalikan tujuan dan fungsi pembangunannya sebagai workshop dan pusat pelatihan UMKM.
Alih-alih beralih fungsi, kini kompleks gedung UMKM Pasar Seni Makale terbengkalai dan terlihat tidak terawat.
Terlihat beberapa jendela bangunannya pecah, ditumbuhi tanaman liar, dan sawang. (*)