Pasar Seni Makale
Pasar Seni Makale Kini Bersih di Siang Hari, Namun Gelap di Malam Hari
Untuk menjaga kekondusifan tersebut, terlihat personil Satpol PP bergantian berjaga di area Pasar Seni Makale pada waktu siang dan sore setiap harinya
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-Pasar-Seni-Makale.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pasar Seni Makale hingga kini terpantau kondusif sejak terjadi penggusuran pedagang kaki lima (PKL) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Tana Toraja sejak Jumat (24/9/2023).
Pantauan Tribun Toraja di lokasi pada Senin (9/10/2023) sore Wita, trotoar yang biasa digunakan oleh PKL untuk menjajakan makanan dan minuman, serta sarana bermain anak kembali digunakan sebagaimana fungsinya oleh pejalan kaki.
Sampah yang ditengarai menjadi alasan utama penggusuran ini juga tidak lagi berserakan di area Pasar Seni Makale.
Selain itu, arus lalu lintas Jalan Pelita menuju Jalan Merdeka dan Kolam Makale yang kerap kali macet akibat kendaraan pengunjung yang terparkir di bahu jalan kini terpantau lancar.
Untuk menjaga kekondusifan tersebut, terlihat personil Satpol PP bergantian berjaga di area Pasar Seni Makale pada waktu siang dan sore setiap harinya.
Penggusuran PKL Diketahui Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung
Bupati Kabupaten Tana Toraja, Theofilus Allorerung, sebelumnya membenarkan akan penggusuran PKL di Pasar Seni Makale.
Menurut Theofilus, alasan utama PKL dilarang berjualan di Pasar Seni Makale karena membuat kotor.
“Karena mereka ini masa di situ kotor sekali kan gak mau mengerti ya, ini kan banyak keluhan masyarakat,” ucap Theofilus saat dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 2A, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sabtu (30/9/2023) malam.
Penggusuran ini sepenuhnya dilakukan secara mendadak tanpa merelokasi PKL.
Theofilus mengatakan, untuk merelokasi PKL di Makale tidaklah mudah, “Itu yang dicarikan tempat, cari relokasi di Makale ini kan sama susahnya dengan mencari jarum di jerami.”
Lebih lanjut, Theofilus menambahkan, para PKL sebelumnya sudah ditawari tempat untuk menjalankan usahanya, namun tidak diindahkan sehingga tidak ada lagi solusi lainnya.
“Cobalah mereka cari sudut-sudut. Kan sebenarnya mereka ada tempatnya sebelumnya di pasar apa segala macam, kan kita sudah buka ruang di sini. Nah kalau semua orang mau yang dia inginkan, udah dikasih di sini ya gak mau, bagaiamana dong,” jelas Theofilus.
Dilema Pasar Seni Makale Mati Suri Tanpa PKL
Belasan PKL yang telah tergusur kini berpencar di beberapa titik di Makale.