Ketua DPRD Tana Toraja Apresiasi Massa Siangkaran, Welem: Ini Keprihatinan Masyarakat Toraja

Sebelum menemui massa, Welem sempat berdiri di bawah terik matahari selama 30 menit mendengarkan mereka bergantian menyampaikan orasi untuk Agnes.

Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
TribunToraja/Rifki
Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja, Welem Sambolangi' menemui massa Aliansi Masyarakat Sangtorayan untuk Agnes Retni Anggarini (Siangkaran) di pelataran Kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 2A, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Selasa (3/10/2023) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja, Welem Sambolangi', akhirnya menemui massa Aliansi Masyarakat Sangtorayan untuk Agnes Retni Anggarini (Siangkaran) di pelataran Kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 2A, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Selasa (3/10/2023) siang.

Di mana pada aksi yang sama sebelumnya, Selasa (26/9/2023), aliansi Siangkaran harus pulang dengan tangan kosong lantaran tidak mengantongi surat resmi untuk menemui anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja.

Sebelum menemui massa, Welem sempat berdiri di bawah terik matahari selama 30 menit mendengarkan mereka bergantian menyampaikan orasi untuk Agnes.

Welem kemudian turun dan berbincang dengan massa didampingi oleh anggota DPRD fraksi partai Golkar, Kendek Rante, dan pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja, Sulaiman Malia.

Saat menemui massa, Welem terlebih dahulu meminta maaf karena ada dua anggota DPRD yang menemui mereka. Hal tersebut menurutnya, karena sebagian besar anggota DPRD sedang melaksanakan tugas.

Kendati demikian, ucap Welem, itu tidak mengurangi komitmen dan semangat masyarakat Toraja yang tengah prihatin atas kasus pembunuhan yang menimpa alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Agnes Retni Anggarini (23).

“Pertama, saya memohon maaf, bahwa hari ini kami hanya dua orang yang bisa menerima adik-adikku semua, karena sebagian besar anggota DPRD sejak kemarin sementara melaksanakan tugas. Namun tidak mengurangi komitmen dan semangat kita, bahwa ini adalah keprihatinan semua atas nama rakyat dan masyarakat Tana Toraja,” ucap Welem di depan massa aksi.

“Kedua, kenapa kami tidak langsung menemui adik-adik, karena kami sesungguhnya daritadi menunggu di dalam. Tidak dalam artian bahwa mau mengdikte adik-adik, tapi kami sungguh paham kalau alangkah bagusnya kami diskusikan dari hati ke hati, karena sesungguhnya ini adalah pergumulan kita sama-sama ‘pa'di ta sola nasang te',” lanjutnya.

Welem menemui massa aksi tidak di dalam ruangan Kantor DPRD lantaran mereka sudah terlanjur kecewa atas perlakuan sebelumnya.

Sebagai Ketua DPRD, Welem kemudian menyampaikan rasa apresiasinya di depan massa aksi Siangkaran.

“Untuk itu, atas nama DPRD Kabupaten Tana Toraja, dengan ini menyatakan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh kelompok dan elemen mahasiswa yang sampai hari ini masih menjunjung tinggi solidaritas, kebersamaan, keprihatinan dalam bingkai kearifan lokal Toraja, ‘sipopa'di', siangkaran’, itulah yang kita wujudkan hari ini.”

Sebagaimana diketahui, Agnes tewas dibunuh pada Mei 2023 lalu oleh rekan kerjanya, Muh Jufri (33), yang merupakan karyawan di PT Panca Pilar Sejahtra (PPS).

Persidangan kasus Agnes telah memasuki babak keempat di Pengadilan Negeri Poso dan menurut massa Siangkaran, masih digelar secara daring dan tertutup.

Hal itu memancing kecurigaan akan adanya hal yang ditutup-tutupi, sehingga mereka menuntut DPRD Kabupaten Tana Toraja dan Pengadilan Negeri Makale untuk menjembatani kasus ini.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved