Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sulsel Dirayakan dengan Maudu Lompoa
Sebagian berpendapat, peringatan tersebut dilakukan pertama kali pada saat dinasti Fatimiyah berkuasa.
Penulis: Adenin | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/28092023_Maulid.jpg)
Peringatan Maulid di Indonesia
Maulid Nabi Muhammad SAW juga diperingati oleh sebagian kaum muslim di dunia, termasuk Indonesia.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan berbagai cara dan ekspresi.
Di masyarakat Jawa, Maulid Nabi dirayakan dengan membaca manakib Nabi Muhammad SAW, di dalam sejumlah kitab seperti Barzanji, Simthud Durar, Diba’, Syaraful Anam, Burdah, dan lainnya.
Selesai itu, biasanya masyarakat menyantap makanan bersama-sama yang disediakan secara gotong royong oleh warga.
Masyarakat Muslim tidak hanya bergembira merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW., tapi juga bersyukur atas teladan, jalan hidup dan tuntunan yang dibawa oleh beliau.
Di sejumlah tempat, seperti di keraton-keraton di Jawa, peringatan Maulid Nabi biasa disebut dengan Grebeg Mulud.
Di Sulawesi Selatan, khususnya bagi Suku Makassar, Maulid Nabi SAW dirayakan dengan istilah Maudu Lompoa atau Maulid Akbar.
Perayaan Maulid di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, misalnya, dirayakan lebih ramai daripada hari raya Idul Fitri.
Dalam perayaan tersebut, warga mengarak replika perahu Phinisi, yang dihias dengan beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai.
Maudu Lompoa di Takalar ini sudah terkenal dan telah menjadi destinasi wisata.
Setelah dipamerkan, replika perahu diarak warga keliling desa.
Sepanjang acara tersebut tetabuhan gendang atau seni musik Gandra Bulo khas masyarakat lokal terus diperdengarkan.
Maudu Lompoa melambangkan sejarah masuknya Islam di wilayah selatan pulau Sulawesi yang dibawa oleh para pedagang Arab.
Meskipun masih terdapat perdebatan di kalangan ulama terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, tapi bagi kebanyakan umat Islam, merayakan Maulid Nabi mempunyai makna spiritual dan edukasi.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi kaum muslimin, untuk mempelajari lebih jauh tentang kehidupan, dan ajaran Nabi Muhammad SAW. (*)