Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sulsel Dirayakan dengan Maudu Lompoa
Sebagian berpendapat, peringatan tersebut dilakukan pertama kali pada saat dinasti Fatimiyah berkuasa.
Penulis: Adenin | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/28092023_Maulid.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad SAW diyakini telah dikenal oleh masyarakat muslim Arab setidaknya sejak tahun kedua hijriah.
Namun ada pula yang meyakini, peringatan Maulid telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Terdapat beragam versi, mengenai awal mula peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sebagian berpendapat, peringatan tersebut dilakukan pertama kali pada saat dinasti Fatimiyah berkuasa.
Ada pula yang berpendapat dimulai sejak masa Salahudin Al-Ayyubi.
Dilansir dari situs baznas.go.id, salah satu pendapat tentang peringatan Maulid ini disampaikan oleh Ahmad Tsauri dalam buku "Sejarah Maulid Nabi".
Menurutnya, perayaan Maulid sudah dilakukan masyarakat Muslim sejak tahun kedua Hijriah.
Catatan tersebut merujuk pada kitab "Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa" karangan Nuruddin Ali.
Disebutkan, Khaizuran atau Jurasyiyah binti 'Atha (170 H/786 M), yang merupakan istri Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas, juga ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid, datang ke Madinah.
Khaizuran memerintahkan agar penduduk Madinah, mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi.
Dari Madinah, Khaizuran kemudian pergi ke Mekkah dan melakukan perintah yang sama, yaitu kepada penduduk Mekkah untuk merayakan Maulid Nabi di rumah-rumah.
Karena pengaruhnya yang besar itu, Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat muslim Arab untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hal ini dilakukan agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan Nabi, dapat terus menginspirasi umat Islam.
Jumhur ulama meyakini, Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun Gajah (570 M).
Maka setiap tanggal tersebut diperingati dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.