PNS
Terungkap, Alasan Warga Jepang dan Korea Selatan Tak Minat Jadi PNS
Menjadi PNS atau ASN, bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah prestise. Gaji yang rutin serta jaminan hari tua adalah impian sebagian orang.
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-PNS-2.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Pendaftaran CPNS 2023 segera dibuka oleh pemerintah. Pendaftaran rencananya dibuka mulai 20 September 2023 secaara online.
Hampir bisa dipastikan bahwa tahun ini, jumlah pendaftar CPNS 2023 akan membeludak, Ratusan ribu formasi dari berbagai instansi pemerintahan dan kedinasan akan dibuka.
Menjadi PNS atau ASN, bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah prestise. Gaji yang rutin serta jaminan hari tua adalah impian sebagian orang.
Saat ini, menurut laporan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan, ada4,28 jutapegawai aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia per semester I-2023. Mayoritas ASN tersebut merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
Jika di Indonesia lowongan CPNS begitu diminati, ternyata tidak demikian dengan lowongan CPNS di beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.
Di Jepang dan Korea Selatan, lowongan PNS justeru dicueki. Setiap kali pemerintah membuka lowongan untuk jadi PNS, minat warga untuk mendaftar sangat minim.
Data terbaru per April 2023 menunjukkan bahwa ada setengah dari pegawai Pemerintah Kota Seoul yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya, padahal mereka telah bekerja kurang dari lima tahun di jabatannya.
Pada Maret, Kementerian Manajemen Personalia mengumumkan bahwa persaingan untuk mendapatkan pekerjaan pegawai negeri sipil tingkat pemula adalah yang terendah dalam lebih dari 30 tahun.
Dua studi terpisah tersebut menunjukkan satu hal yakni pekerjaan pegawai negeri sipil, yang dulu sangat didambakan oleh pekerja muda, kini bukan lagi pekerjaan impian di sini.
Keamanan kerja dan dana pensiun tidak cukup untuk mempertahankan atau bahkan menarik generasi muda pekerja yang semakin mengutamakan tujuan individu, budaya kerja horizontal dan efisien, kompensasi langsung dan prospek karir.
Persaingan tahun ini untuk mendapatkan pekerjaan pegawai pemerintah dengan peringkat terendah 9 adalah 22,8 banding 1, angka terendah sejak 19,3 banding 1 pada tahun 1992. Hal ini menandai penurunan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan selama tujuh tahun berturut-turut.
Namun ada kalanya pegawai negeri sipil tingkat pemula dianggap sebagai pekerjaan impian, sebuah tren yang mencapai puncaknya pada tahun 2011 ketika Anda harus mengalahkan 92 pelamar lainnya untuk dapat diterima.
Faktanya, "lembaga pemerintah" telah menduduki puncak daftar pekerjaan pilihan dalam kelompok usia 13-34 tahun dalam survei Statistik Korea selama lebih dari 10 tahun sejak tahun 2006, dan baru pada tahun 2021 menyerahkan jabatan tersebut kepada "perusahaan-perusahaan besar."
Jabatan pemerintah semacam ini dulunya dijuluki pekerjaan "mangkuk nasi besi" karena keamanan kerja seumur hidup mereka. Maksudnya ada dua hal: Pertama, perusahaan Anda hampir tidak akan pernah gulung tikar dan kedua, Anda tidak perlu khawatir akan dipecat.
Aspek-aspek ini sangat menarik dibandingkan setelah krisis keuangan Asia pada tahun 1997, ketika masyarakat Korea pertama kali mengalami PHK massal dan bahkan raksasa seperti Daewoo Group pun jatuh.