Banjir Bandang Landa Libya, Begini Kesaksian Horor Korban Selamat
Seorang saksi yang merupakan warga Derna, Husam Abdelgawi (31 tahun), mengungkapkan, ia terbangun dari tidurnya karena kakinya tergenang air.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kondisi-derna-libya-usai-banjir-bandang-1592023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kesaksian horor diungkapkan warga korban banjir libya, yang telah merenggut nyawa puluhan ribu orang.
Banjir Libya terjadi pada Minggu (10/9/2023) dan disebabkan jebolnya dua bendungan yang kemudian membanjiri Kota Derna.
Hingga Kamis (14/8/2023), korban tewas karena banjir Libya telah mencapai 11.300 orang, dan 10.100 lainnya masih hilang.
Seorang saksi yang merupakan warga Derna, Husam Abdelgawi (31 tahun), mengungkapkan, ia terbangun dari tidurnya karena kakinya tergenang air.
Ketika ia membuka pintu, air pun masuk ke rumahnya hingga pintu terlepas dari engselnya.
Ia dan saudaranya kemudian lari ke pintu belakang, dan menemukan pemandangan mengerikan dan tak terbayangkan, bahkan menurutnya lebih buruk dari kematian.
Baca juga: Korban Banjir Bandang Libya Diperkirakan Capai 20 Ribu Orang
“Jasad perempuan dan anak-anak terapung melewati kami,” ujar Husam, dikutip dari BBC.
“Mobil dan seluruh rumah terbawa arus, Beberapa mayat tersapu air ke dalam rumah kami,” tambahnya.
Air pun menyapu Husam dan saudaranya, Ibrahim, membawa mereka lebih jauh dan lebih cepat daripada yang mereka bayangkan.
Baca juga: Sedikitnya 2.000 Orang Tewas dalam Banjir Besar yang Melanda Derna, Libya