Sains
Bakal Ada Fenomena Super Blue Moon 30 Agustus 2023, Ini Penjelasan dan Cara Lihatnya
Kendati dinamai "biru", fenomena Blue Moon sama sekali tidak berhubungan dengan warna Bulan. Fenomena ini menandai terjadinya bulan purnama ke-13...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-supermoon-super-moon-blue-moon-bulan-purnama-2882023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan adanya fenomena blue supermoon yang akan terjadi pada 30 Agustus 2023.
Staf peneliti Observatorium Bosscha, Agus Triono, menjelaskan bahwa Super Blue Moon adalah fenomena bulan purnama.
Kata supermoon disematkan karena Bulan tampak lebih besar karena jarak ke Bumi lebih dekat.
“Ukuran tampak Bulan saat supermoon nanti sekitar tujuh persen lebih besar daripada ukuran tampak purnama biasanya,” kata Agus, Sabtu (26/8/2023) dilansir dari Kompas TV.
Apa Itu Blue Moon?
Kendati dinamai "biru", fenomena Blue Moon sama sekali tidak berhubungan dengan warna Bulan.
Fenomena ini menandai terjadinya bulan purnama ke-13 dalam kurun satu tahun.
Dilansir laman resmi Royal Museums Greenwich Inggris Raya, siklus fase Bulan tidak persis sama dengan bulan kalender.
Baca juga: Siap-siap! Bakal Ada Fenomena Supermoon 1 Agustus 2023, Ini Penjelasan BRIN
Pasalnya, siklus Bulan membutuhkan 29,5 hari hingga tuntas alias mencapai purnama kembali.
Artinya, 12 siklus penuh Bulan membutuhkan total 354 hari, kurang dari jumlah hari dalam setahun yang mencapai 365 atau 366 hari.
Dari hitung-hitungan tersebut, fenomena Blue Moon pun bisa terjadi kira-kira tiap 2,5 tahun.
Baca juga: Daftar Gerhana Sepanjang 2023, Bisa Diamati dari Indonesia
Akan tetapi, terdapat pula definisi lain dari Blue Moon.
Sejumlah pihak mendefinisikan Blue Moon sebagai bulan purnama kedua dalam suatu bulan kalender.
Hal ini bisa terjadi jika bulan purnama tidak muncul pada bulan kalender sebelumnya.
Baca juga: Kesiapan BPBD Toraja Utara dalam Menghadapi Fenomena El Nino
Tidak diketahui secara pasti mengapa bulan purnama ke-13 dalam suatu tahun bisa disebut Blue Moon.
Nama ini diduga berasal dari kata "belewe" yang secara harfiah berarti "berkhianat", karena menyeleweng dari gagasan bahwa setiap bulan kalender berarti satu siklus Bulan penuh.
Baca juga: FENOMENA El Nino, Jeneponto Paling Kering, Musim Hujan Akan Mundur
Di lain sisi, terdapat satu hal unik pada fenomena Blue Moon 31 Agustus 2023.
Blue Moon kali ini bertepatan dengan fenomena supermoon sehingga bisa disebut Super Blue Moon.
Baca juga: Fenomena El Nino Bakal Berlangsung hingga November, BMKG Ingatkan Warga Kota agar Hemat Air
Jadwal dan Cara Menyaksikan Super Blue Moon di Indonesia
Fenomena Blue Moon pada akhir Agustus berlangsung pada tanggal 30 atau 31 tergantung wilayah.
Di Indonesia, fenomena ini jatuh pada 31 Agustus.
Staf peneliti Observatorium Bosscha, Agus Triono, menyebut waktu terjadinya Blue Moon tergantung daerah.
Baca juga: Kekeringan Akibat Fenomena El Nino di Toraja Diprediksi Hingga Oktober 2023, Ini Himbauan BMKG
Fenomena Blue Moon dapat disaksikan mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB tergantung daerah.
Bagi masyarakat di zona Waktu Indonesia Barat, Agus menyebut Blue Moon bisa dilihat pada pukul 18.06 WIB.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Blue Moon, Agus menyarankan untuk mencari tempat gelap yang bebas dari polusi cahaya.
Baca juga: BMKG Sebut Suhu Dingin di Toraja Tidak Terkait Fenomena Aphelion
Jika ingin melihat permukaan bulan dengan lebih detail, Agus menyarankan untuk memakai alat seperti teleskop atau binokular.
“Sebaiknya gelap. Meskipun, pada dasarnya purnama bisa dilihat dari daerah mana pun asalkan cerah pada saat itu,” kata Agus.
Peristiwa Blue Supermoon atau Super Blue Moon ini merupakan fenomena yang cukup langka.
Baca juga: Fenomena Air Sumur Mendidih Ditemukan di Mamuju Sulawesi Barat
Tak ada dampak yang signifikan pada Bumi, hanya pasang surut air laut yang mungkin terjadi.
“Selebihnya sih tidak ada dampak khusus atau apa,” pungkasnya.
(*)