Film Barbie Dikritik dan Dilarang di Negara-negara Arab, Ini Sebabnya
Kepala Dewan Klasifikasi Film Kuwait, Lafi al-Subaiei, mengatakan biasanya dewan meminta agar adegan film yang dianggap melecehkan budaya negaranya...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Film-Barbie-2023-dibintangi-Margot-Robbie-dan-Ryan-Gosling-yang-disutradarai-Greta-Gerwig.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Film Barbie mendapat kritikan di dunia Arab dan dilarang di Kuwait.
Di Lebanon, seruan agar film tersebut dilarang juga berkumandang.
Dunia Arab mengkritik film Barbie atas nilai sosial yang ditampilkan.
Dikutip dari BBC, Kamis (10/8/2023), Kuwait melakukan pelarangan demi melindungi etika publik.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Lebanon menuduh film Barbie mempromosikan homoseksualitas.
Meski begitu, film tersebut tetap ditayangkan di beberapa negara konservatif di wilayah tersebut, termasuk di Arab Saudi.
Baca juga: Mission: Imposssible 7 Jadi Film Terbaik Tom Cruise Versi Kritikus
Film Barbie telah mendapatkan pemasukan lebih dari USD1 miliar atau setara Rp15 triliun selama beberapa pekan dirilis.
Kepala Dewan Klasifikasi Film Kuwait, Lafi al-Subaiei, mengatakan biasanya dewan meminta agar adegan film yang dianggap melecehkan budaya negaranya dipotong.
Tetapi ketika film tersebut dianggap mempromosikan perilaku yang menurut negara itu tidak bisa diterima, maka film itu, Barbie, pun langsung dilarang.
Baca juga: Hadirnya Kafe Logikaa Toraja Terinspirasi dari Film Filosofi Kopi