Sejarah Hari Kucing Sedunia: Merayakan Makhluk Lucu Sahabat Manusia
Seiring dengan perkembangan lebih lanjut dalam ilmu pengetahuan dan pemahaman kita tentang kucing, mari kita terus menghormati dan merayakan…
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Hari-kucing-sedunia-world-cat-day-882023.jpg)
Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Pembentukan dan Pemekaran Kabupaten Toraja Utara
Mereka dipuja sebagai simbol keberuntungan dan juga dihormati karena kemampuan mereka dalam mengendalikan populasi tikus yang merusak tanaman dan makanan.
Kucing bahkan dianggap sebagai makhluk suci dalam kepercayaan Mesir Kuno, dan tindakan membunuh kucing, bahkan secara tidak sengaja, bisa dihukum mati.
Salah satu buku yang merangkum sejarah hubungan manusia dengan kucing adalah "The Cat in Ancient Egypt" karya Jaromir Malek.
Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Perayaan Kemerdekaan Fourth of July di Amerika Serikat
Buku ini menggambarkan peran penting kucing dalam kehidupan sehari-hari Mesir Kuno, serta bagaimana mereka diabadikan dalam seni, teks, dan artefak.
Pada abad pertengahan, pandangan terhadap kucing berubah drastis di Eropa.
Mereka sering dihubungkan dengan sihir dan dituduh sebagai makhluk yang terkait dengan kegelapan.
Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Hari Lahir BJ Habibie, Presiden RI Tersingkat dengan Segudang Prestasi
Namun, di sisi lain dunia, seperti di Jepang, kucing masih dihormati dan dianggap sebagai simbol keberuntungan.
Ketika zaman modern tiba, persepsi manusia terhadap kucing mulai berubah lagi.
Mereka semakin dilihat sebagai teman setia dan anggota keluarga.