Airlangga Hartarto Sebut Pertumbuhan Ekonomi Melebihi Amerika Serikat
Peningkatan daya saing tersebut juga diikuti dengan prospek pembiayaan investasi Indonesia yang semakin menarik.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Airlangga-Hartarto.jpg)
Sebagaimana ditunjukkan laporan dari Institute for Management Development (IMD), di mana Indonesia menjadi negara dengan peningkatan peringkat daya saing tertinggi di dunia.
Peringkat daya saing Indonesia meningkat 10 posisi dari rangking 44 di 2022 menjadi rangking 34 di tahun ini.
Indonesia dinilai berhasil memperbaiki peringkat seluruh komponen utama yakni komponen kinerja ekonomi, pemerintah yang efisien, bisnis yang efisien, dan ketersediaan infrastruktur.
Baca juga: Kepala BI Sulsel Hadiri HUT 19 Tribun Timur, Bahas Ekonomi Hingga Mobil Dinas
Peningkatan daya saing tersebut juga diikuti dengan prospek pembiayaan investasi Indonesia yang semakin menarik.
Terutama dengan afirmasi atas sovereign rating Indonesia oleh berbagai lembaga rating internasional.
Baca juga: JK Sebut Indonesia Baik-Baik Saja, Tidak Ada Indikasi Alami Resesi Ekonomi 2023
“Pertumbuhan kita di akhir 2023 tetap ditargetkan 5,3 persen sesuai dengan APBN, dan pengungkitnya ada di kuartal ketiga. Nanti kita akan melihat kontribusi dari sektor pertambangan, SDA, dan kelapa sawit, yang semuanya tergantung harga komoditas," ucap Airlangga.
"Tapi ini sekarang mendekati harga normal, yang artinya bisa digenjot dari sisi volume ekspornya, dan juga terkait produk unggulan lainnya seperti produk kimia serta besi-baja,” tandasnya.
(*)