Senin, 20 April 2026

Warga Toraja Tewas Dianiaya di Yahukimo Papua, Terdapat 7 Luka Akibat Benda Tajam

Polres Yahukimo sedang mendalami kasus penganiayaan berat yang dialami Matius Ropa hingga membuatnya kehilangan nyawa.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Warga Toraja Tewas Dianiaya di Yahukimo Papua, Terdapat 7 Luka Akibat Benda Tajam
ist
Ilustrasi 

TRIBUNTORAJA.COM, JAYAPURA - Warga Toraja, Matius Ropa alias Matius Panggorapan, tewas setelah dianiaya orang tidak dikenal (OTK) di Japan Statistik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (2/8/2023).

Matius Ropa berasal dari Minang, Lembang Sa’dan Ballo Pasange, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara.

Kasus penganiayaan ini dibenarkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.

Ia mengatakan, pihaknya di Polres Yahukimo sedang mendalami kasus penganiayaan berat yang dialami Matius Ropa hingga membuatnya kehilangan nyawa.

"Personel mendapatkan informasi melalui HT bahwa ada seorang warga yang menjadi korban penganiayaan. Terjadi sekiranya pukul 11.15 WIT. Sehingga dengan cepat personel bergeser ke TKP," ucap Benny dilansir dari Tribun-Papua.com, Kamis (3/8/2023).

Benny menyebutkan korban telah di bawa menuju RSUD Dekai oleh seorang saksi yakni RM (47). Namun, nyawanya tidak tertolong.

Matius ditemukan bersimpah darah karena dibacok orang tidak dikenal. Ia mengalami luka serius, bahkan di perutnya terdapat luka menganga.

Sementara itu, Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto, menyampaikan bahwa pada tubuh korban ditemukan tujuh luka akibat benda tajam.

"Sayangnya, ketika korban tiba di rumah sakit, keadaannya sudah sangat kritis dan nyawa tidak dapat diselamatkan," ujar Arief.

Arief Kristanto, mengatakan, ketika personel tiba di TKP, pelaku tidak ditemukan.

"Kami saat ini sedang melakukan penelusuran dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu kronologi kejadian secara lebih mendalam,” katanya.

Barang Bukti

Lebih lanjut, kata Arief, pada saat proses olah TKP, personel menemukan beberapa barang bukti.

"Antara lain satu buah parang tanpa gagang, satu buah sarung sangkur berwarna hitam, satu buah sendal merk Ando berwarna hitam hijau dengan bercak darah."

"Kemudian, satu buah batang kayu, satu lembar baju berwarna hitam dengan corak merah putih dan bercak darah satu lembar celana panjang training berwarna hitam, serta satu lembar dalaman pria berwarna hitam," sambung Arief.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved