Musim Kemarau
BMKG: Sulsel Akan Alami Kekeringan Ekstrem
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan menyebut Bali, NTB, dan NTT sudah masuk dalam kondisi krisis.
TRIBUNTORAJA.COM - Sulawesi Selatan masuk dalam salah satu daerah di Indonesia yang diprediksi bakal mengalami musim kering ekstrem tahun ini. Curah hujan di daerah ini diprediksi sangat rendah.
Selain Sulsel, daerah lain yang diprediksi bakal alami kekeringan ekstrem adalah, Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan menyebut Bali, NTB, dan NTT sudah masuk dalam kondisi krisis.
"Karena dalam catatan kami sudah 60 hari tidak turun hujan,” kata Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab, Senin (31/7/20023).
BMKG memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
"Musim kemarau ekstrem ini yang dipicu oleh fenomena El Nino. Sejarah mencatat bahwa intensitas El Nino pernah kuat pada tahun 2015 dan lemah pada tahun 2019," tutur Fahcri.
Adapun El Nino akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September.
Saat ini, sekitar 63 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan terdampak El Nino.
Karena itu, pengelolaan air tanah dalam menghadapi El Nino sangat penting.
Selain berkurangnya curah hujan, El Nino juga membawa dampak lain seperti perbedaan suhu di siang dan malam hari yang ekstrem, terutama di dataran tinggi.
Karena itu, masyarakat di lingkungan perkotaan juga perlu mewaspadai suhu tinggi yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.
“Hemat air dan perhatikan kualitas udara menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak suhu ekstrem,” ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Fenomena-El-Nino.jpg)