Berita Viral
Viral Notifikasi Virus BCA Mobile, Pihak Bank Sebut Itu Hoax
Ia juga mengingatkan nasabah untuk tidak memberikan data yang bersifat rahasia kepada pihak mana pun, meski kepada termasuk kerabat dan orang terdekat
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Virus-notifikasi-mobile-banking-bca-2572023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan, belum ada laporan soal nasabah yang mengalami kerugian akibat notifikasi pop up peringatan virus yang muncul saat membuka aplikasi mobile banking BCA.
Jahja menyebut isu itu adalah sesuatu yang dibuat-buat dan disebarkan di media sosial.
“Itu dari nasabah sampai saat ini tidak ada yang mengatakan, saya mendapatkan (kasus) moblie banking itu. Saya pikir itu adalah kreasi di media sosial yang mengada-ada, menakut-nakuti nasabah, dan membuat gamang. Sebenarnya case-nya belum ada aduan seperti ini," tuturnya dalam konferensi pers virtual kinerja keuangan BCA, Senin (24/7/2023) dikutip Kompas.com.
“Kami sudah memberikan klarifikasi, itu semua adalah hoax, abaikan saja," tambahnya.
Jahja mengingatkan nasabah untuk hanya mengakses informasi dari saluran resmi BCA, yaitu aplikasi Halo BCA, nomor resmi Halo BCA 1500888 (tanpa 021, +0621, atau tambahan lainnya), WhatsApp 08111500998 (ada centang hijau), Instagram @goodlifebca (sudah centang biru), dan website www.bca.co.id.
Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President Secretariat and Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan, nasabah perlu berhati-hati dengan notifikasi sejenis itu.
Baca juga: Kapan Bank BCA Berencana Buka Kantor Cabang di Toraja? Ini Jawaban CSO
Apalagi jika notifikasi menggiring nasabah untuk mengklik sejumlah ikon lainnya.
“Yang dapat kami informasikan, mohon tidak mengklik apa pun di situ dan berhati-hati ketika akan men-download aplikasi tertentu,” kata Hera.
Hera juga meminta nasabah untuk segera menghubungi Halo BCA ketika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Baca juga: Viral Ratusan Calon Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kampus
Ia juga mengingatkan nasabah untuk tidak memberikan data yang bersifat rahasia kepada pihak mana pun, meski kepada termasuk kerabat dan orang terdekat.
Data pribadi yang harus dirahasiakan adalah Personal Identification Number (PIN), One Time Password (OTP), Password, Response KeyBCA, serta Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV).
(*)