Jasad Manusia Ditemukan di Reruntuhan Kapal Selam Titan yang Meledak
Para pejabat mengatakan kerangka pendaratan kapal selam, dan penutup belakang ditemukan di antara puing-puing. Tahap awal penyelidikan penyebab...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kapal-selam-peneliti-titanic-hilang-2062023.jpg)
Kelima penumpang di kapal itu tewas setelah kapal dilaporkan meledak sekitar 90 menit saat menyelam pada Minggu (18/6/2023).
Kapal selam Titan menyelam untuk melihat bangkai kapal pada 1912, yang berada di kedalaman 3.800m di Atlantaik Utara.
Penumpangnya adalah kepala OceanGate yang menyelenggarakan penyelaman, Stockton Rush, 61 tahun, pengusaha dan penjelajah Inggris, Hamis Harding (58), Shahzda Dawood (48), dan putranya Suleman Dawood (19), dan penyelam sekaligis pakar Titanic, Paul-Henry Nargeolet (77).
Baca juga: Tarif Kapal Perintis Naik Mulai 1 Juli 2023
Para pejabat sendiri awalnya skeptis tentang prospek pemulihan jasad.
“Ini adalah lingkungan yang sangat tak kenal ampun di dasar laut,” ujar penjaga pantai, Laksamana John Mauger, tak lama setelah hilangnya kapal.
Kapten Neubauer mengatakan bahwa saat itu penyelidik akan mengambil semua tindakan pencegahan jika mereka menemukan jasad manusia, dan penyelidikan kemungkinan akan mencakup sidang formal dengan kesaksian.
Baca juga: Bangkai Kapal Kuno Ditemukan di Laut China Selatan, Isinya Peninggalan Era Dinasti Ming
Penjaga pantai mengatakan lima bagian utama kapal selam telah ditemukan di ladang puing-puing besar di dekat haluan Titanic.
Puing-puing yang dibawa ke darat tampaknya termasuk setidaknya satu tutup ujung titanium, jendela kapal selam dengan jendelanya hilang, serta cincin titanium, rangka pendaratan dan bagian akhir ruang perlatan.
Misi pemulihan puing-puing kapal selam dipimpin oleh kapal Kanada Horizon Arktik, yang membawa kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh.
Baca juga: Kisah Kapten Dwi Irianto, Nahkoda Kapal yang 23 Kali Lebaran Tak Pulang
Kendaraan itu dioperasikan oleh Pelagic Research Services.
Perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa timnya telah menyelesaikan operasi lepas pantai dan kembali ke pangkalan.
(*)