Indonesia Endemi COVID19
Jokowi: Masuki Masa Endemi, Berobat Covid-19 Mulai Berbayar
Jokowi pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan bersih agar terhindar dari Covid-19.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-sidang-paripurna-232023.jpg)
"Bapak ibu bisa bayangkan, menyuntikkan 452 juta suntikan. Bayangkan dalam keadaan terpepet, kita bisa lakukan sesuatu yang kita bayangkan tidak mungkin," kata Jokowi.
"Inilah negara kita. Kalau sudah memiliki kemauan semua bekerja, alhamdulillah semua bisa diselesaikan."
"Dan di bulan Januari lalu, kita cek sampling di tanah air, 98 persen penduduk kita sudah imun, entah dari suntikan vaksin atau sudah tertular secara alami.
Baca juga: Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung Sebut Pencegahan ASF Lebih Rumit dari Covid-19
"Sehingga kita ini mungkin, seminggu dua minggu nyatakan masuk ke endemi," ungkapnya.
Jokowi pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan bersih agar terhindar dari Covid-19.
Karena, ketika sudah memasuki masa endemi, masyarakat yang terkena Covid harus membayar biaya sendiri untuk menerima perawatan medis.
Baca juga: Kemenkes Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai MERS-CoV, Penularan Mirip Covid
Meski begitu, kata Jokowi, situasi di Indonesia saat ini patut disyukuri karena bisa berhasil lepas dari pandemi.
"Tapi hati-hati, kalau sudah endemi, kena Covid bayar. Sekarang pemerintah, konsekuensinya itu, tapi tetep harus kita syukuri," ujarnya.
"Enggak bisa dibayangkan, sudah kena delta, omicron, nanti ada lagi. Ternyata memang patut kita syukuri, alhamdulillah bisa selesai dan juga ekonomi kita saat ini tidak jelek-jelek amat," pungkasnya. "Bapak ibu bisa bayangkan, menyuntikkan 452 juta suntikan. Bayangkan dalam keadaan terpepet, kita bisa lakukan sesuatu yang kita bayangkan tidak mungkin," kata Jokowi.
Baca juga: WHO Mencabut Status Darurat Covid-19, Ini Respon Dinas Kesehatan Toraja Utara