Senin, 13 April 2026

Analis: Pembangunan IKN Butuh 1 Juta Ton Semen Per Tahun

Emma menyampaikan, pembangunan IKN berpotensi berdampak positif terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya, sehingga diharapkan bisa menopang...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Analis: Pembangunan IKN Butuh 1 Juta Ton Semen Per Tahun
Antara
Proyek pembangunan Istana Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kabupaten Penajem Pasert Utara, Kalimantan Timur, Kamis (8/6/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Analis Mirae Asset Sekuritas Emma Almira Fauni menyatakan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memberikan kontribusi terhadap penjualan semen secara nasional sekitar 800.000 hingga 1 juta ton per tahun.

Ia menyebut dua perusahaan semen besar nasional yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) akan bisa menangkap peluang tersebut, seiring kondisi keuangan yang relatif baik.

Emma menyampaikan, pembangunan IKN berpotensi berdampak positif terhadap perkembangan wilayah di sekitarnya, sehingga diharapkan bisa menopang perekonomian nasional dari kemungkinan terjadinya perlambatan.

 

 

“Pembangunan IKN saat ini memberikan kontribusi penjualan (demand) nasional sekitar 800.000 hingga 1 juta ton per tahun,” kata Emma dalam konferensi pers Media Day: June 2023 di Jakarta, Kamis (8/6/2023) dikutip Kompas.com.

“Ada dua sisi. Pertama, SMGR unggul dibanding INTP karena penurunan kinerja kuartal I-2023 secara quartal to quartal (qoq), SMGR lebih terkendali daripada INTP, sehingga tekanan harga di pasar untuk SMGR dapat lebih melunak," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Senior Economist Mirae Asset Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, pemerintah telah menaikkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pada 2023 menjadi Rp392 triliun, dari Rp365,8 triliun pada 2022.

 

Baca juga: Promosi IKN dan Selesaikan Masalah Perbatasan, Jokowi Kunjungi Singapura dan Malaysia

 

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pelayanan dasar, seperti pembangunan rumah, sekolah, penyediaan air minum, serta konektivitas termasuk jalan dan jalan tol.

“Namun, realisasi belanja infrastruktur baru Rp59,7 triliun hingga April atau setara 15,2 persen total anggaran 2023. Realisasi belanja infrastruktur perlu dipercepat untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang,” ujar Rully.

Pembangunan di IKN memang bisa dibilang masif karena membangun lahan kosong menjadi sebuah kota.

 

Baca juga: Filosofi Pohon Hayat, Logo Resmi IKN Nusantara Desain Aulia Akbar

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved