Jemaat GPdI Kalvari Rantepao Gelar Ibadah Hari Pentakosta, Ini Dia Makna Hari Turunnya Roh Kudus
Selama berabad-abad, gereja-gereja telah memperingati Pentakosta dengan penuh sukacita, mengakui kehadiran kuasa Roh Kudus dalam kehidupan mereka.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-lukisan-hari-pentakosta-2852023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Hari Minggu (28/5/2023) kali ini bertepatan dengan Hari Pentakosta yang dirayakan umat Kristen di seluruh penjuru dunia.
Untuk itu, jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Kalvari Rantepao, Jl Limbong, Tampo Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara menggelar ibadah Hari Pentakosta, Minggu.
"Setiap umat Kristen memaknai hari Pentakosta dengan menjadi berkat bagi sesama juga mencerminkan kasih Kristus disetiap segi kehidupan dalam bermasyrakat," ujar Gembala Jemaat GPdI Kalvari, Pendeta (Pdt) Petrus Bombongan, S.Th.
Jemaat terlihat dengan hikmat menjalani ibadah.
Usai ibadah, para umat GPdI Kalvari Rantepao bersalam-salaman sebelum meninggalkan gedung gereja.
Lantas, seperti apa sejarah perayaan Hari Pentakosta?
Makna Hari Pentakosta: Mengenang Pentahbisan Roh Kudus
Peringatan Hari Pentakosta adalah salah satu perayaan penting dalam tradisi agama Kristen.
Pada hari ini, umat Kristen merayakan turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan pengikut Yesus Kristus.
Perayaan ini memiliki sejarah yang dalam dan memiliki akar dalam Alkitab.
Asal mula Hari Pentakosta dapat ditelusuri kembali ke peristiwa yang tercatat dalam Alkitab, tepatnya dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 2.
Pada hari itu, ketika para rasul dan pengikut Yesus berkumpul, Roh Kudus turun atas mereka dengan kuasa dan nyala api.
Baca juga: Pukat Toraja Gelar Perayaan Paskah di Depok, Uskup Ingatkan Diaspora untuk Selalu Berbuat Baik