Paramiliter Rusia Anti-Putin Ancam Akan Lakukan Lebih Banyak Serangan usai Serang Belgorod
Rusia menggambarkan RDK dan LSR sebagai militan Ukraina. Tetapi, Kiev menegaskan mereka berasal dari dua paramiliter anti-Kremlin.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/serangan-paramiliter-anti-putin-rusia-2552023.jpg)
Secara terpisah, LSR mengatakan dua petempurnya tewas dan sepuluh lainnya terluka.
Sebelumnya, militer Rusia mengatakan telah menghalau serangan itu dan menewaskan lebih dari 70 penyabot.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengancam akan ada tanggapan keras untuk setiap serangan di masa mendatang.
Baca juga: Pemimpin G7 Janji Bakal Terapkan Sanksi Baru ke Rusia
Kapustin membantah para anggotanya menggunakan senjata yang dipasok oleh sekutu Barat kepada Ukraina, untuk membantu mereka bertahan dari serangan berskala penuh Rusia pada Februari 2022.
Rusia menggambarkan RDK dan LSR sebagai militan Ukraina. Tetapi, Kiev menegaskan mereka berasal dari dua paramiliter anti-Kremlin.
Kedua kelompok menegaskan mereka ingin melengserkan rezim Putin, dan di masa lalu sempat digambarkan sebagai legiun internasional yang ikut mempertahankan pertahanan perbatasan Ukraina.
Kapustin sendiri mengatakan Rusia hanya memberikan dukungan medis, bensin dan makanan kepada RDK.
(*)