Pilpres 2024
Litbang Kompas: Elektabilitas Anies Stagnan Ditekan Mesin Politik Prabowo dan Ganjar
Faktor yang membuat elektabilitas Anies relatif stagnan bukan hanya dari Anies semata, melainkan adanya tekanan dari mesin politik dua kandidat...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Anies-baswedan-capres-RI.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Bakal capres 2024 Anies Baswedan sudah memiliki elaktabilitas tinggi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Dibandingkan dengan Ganjar Pranowo yang sama-sama kepala daerah, elektabilitas Anies jauh lebih tinggi.
Peneliti Litbang Kompas Toto Suryaningtyas menjelaskan di awal pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua pada Oktober 2019, elektabilitas Anies yakni 8,7 persen.
Sedangkan Ganjar yang sudah dua periode menjadi Gubernur Jawa Tengah baru 1,8 persen. Sedangkan Prabowo yang ada di pemerintahan Jokowi lebih tinggi yakni 14,3 persen.
Menurut Toto modal dasar Anies untuk mencalonkan diri sebagai capres bisa dibilang sudah cukup tinggi dibanding Ganjar.
Namun dalam perjalanannya elektabilitas Anies relatif stagnan dibanding dua kandidat capres lainnya, Ganjar dan Prabowo.
Baca juga: Ditanya Soal Namanya Jadi Salah Satu Cawapres Anies Baswedan, Gubernur Khofifah Hanya Senyum
Toto menjelaskaan faktor yang membuat elektabilitas Anies relatif stagnan bukan hanya dari Anies semata, melainkan adanya tekanan dari mesin politik dua kandidat capres, Ganjar dan Prabowo.
"Bisa dilihat pembicaraan tentang Pak Anies di Medsos memang senantiasa 'tertekan' oleh mesin politik Ganjar maupun Prabowo," ujar Toto dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (25/5/2023).
Di sisi lain dari basis massa, loyalitas pemilih ketiga kandidat capres ini relatif sama namun memiliki karakter yang berbeda.
Baca juga: Anies Baswedan: Kerusakan Akibat Mafia Ibarat Katak Mati Perlahan dalam Panci