Sabtu, 18 April 2026

Jam Tangan Antik Milik Kaisar Terakhir China Dilelang seharga Rp76 Miliar

Belum diketahui bagaimana atau kapan Puyi memperoleh jam tangan tersebut, catat Phillips, setelah jam tangan itu dibuat pada tahun 1937 dan dijual...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Jam Tangan Antik Milik Kaisar Terakhir China Dilelang seharga Rp76 Miliar
Forbes
Jam tangan yang pernah dimiliki oleh kaisar terakhir Dinasti Qing China, Pu Yi, yang kehidupannya menjadi dasar film pemenang Oscar The Last Emperor, terjual dengan harga rekor HK$40 juta (US$5,1 juta), setara dengan Rp 76 miliar dalam lelang di Hong Kong hari Selasa, (23/5/2023). 

Jam tangan lain yang dimiliki oleh kaisar dan dijual dalam lelang termasuk jam tangan Patek Philippe milik kaisar Ethiopia terakhir, Haile Selassie, yang terjual seharga 2,9 juta dolar AS pada tahun 2017.

Sebuah jam tangan Rolex yang dimiliki oleh kaisar Vietnam terakhir, Bao Dai, terjual seharga 5 juta dolar AS dalam lelang pada tahun 2017.

Lahir pada tahun 1906, Aisin-Gioro Puyi adalah kaisar terakhir Dinasti Qing di China, yang memulai masa pemerintahannya pada usia dua tahun.

 

kaisar terakhir china pu yi dan jam tangan 2452023
Jam tangan yang pernah dimiliki oleh kaisar terakhir Dinasti Qing China, Pu Yi, yang kehidupannya menjadi dasar film pemenang Oscar The Last Emperor, terjual dengan harga rekor HK$40 juta (US$5,1 juta), setara dengan 76 miliar Rupiah dalam lelang di Hong Kong hari Selasa, (23/5/2023).

Baca juga: Kru Produksi Serial Drama China Minta Maaf Usai Tampilkan Foto Rose BLACKPINK Sebagai PSK

 

Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada tahun 1945, Puyi ditangkap oleh Tentara Merah Uni Soviet di Bandara Shenyang, China.

Ia ditahan sebagai tawanan perang dan dipenjarakan di sebuah kamp penahanan di Khabarovsk, Rusia, selama lima tahun.

Rumah lelang tersebut mengatakan bahwa mereka menghabiskan tiga tahun bekerja sama dengan spesialis jam tangan, sejarawan, jurnalis, dan ilmuwan untuk meneliti sejarah jam tangan tersebut dan memverifikasi keasliannya.

 

Baca juga: Populasi China Turun Drastis Pertama Kali dalam 60 Tahun

 

Perazzi mengatakan jam tangan itu adalah yang terbaik yang dibuat oleh Patek pada saat itu.

Jurnalis Russell Working, yang mewawancarai penerjemah Puyi, Georgy Permyakov tahun 2001, mengatakan Puyi memberikan jam tangan itu kepada Permyakov pada hari terakhirnya di Uni Soviet, sebelum ia diekstradisi kembali ke China.

"Ini adalah hal-hal yang kadang-kadang dia lakukan untuk orang-orang yang sangat istimewa baginya," kata Working.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved