Jam Tangan Antik Milik Kaisar Terakhir China Dilelang seharga Rp76 Miliar
Belum diketahui bagaimana atau kapan Puyi memperoleh jam tangan tersebut, catat Phillips, setelah jam tangan itu dibuat pada tahun 1937 dan dijual...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/jam-tangan-kaisar-terakhir-china-pu-yi-2452023.jpg)
Jam tangan lain yang dimiliki oleh kaisar dan dijual dalam lelang termasuk jam tangan Patek Philippe milik kaisar Ethiopia terakhir, Haile Selassie, yang terjual seharga 2,9 juta dolar AS pada tahun 2017.
Sebuah jam tangan Rolex yang dimiliki oleh kaisar Vietnam terakhir, Bao Dai, terjual seharga 5 juta dolar AS dalam lelang pada tahun 2017.
Lahir pada tahun 1906, Aisin-Gioro Puyi adalah kaisar terakhir Dinasti Qing di China, yang memulai masa pemerintahannya pada usia dua tahun.
Baca juga: Kru Produksi Serial Drama China Minta Maaf Usai Tampilkan Foto Rose BLACKPINK Sebagai PSK
Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada tahun 1945, Puyi ditangkap oleh Tentara Merah Uni Soviet di Bandara Shenyang, China.
Ia ditahan sebagai tawanan perang dan dipenjarakan di sebuah kamp penahanan di Khabarovsk, Rusia, selama lima tahun.
Rumah lelang tersebut mengatakan bahwa mereka menghabiskan tiga tahun bekerja sama dengan spesialis jam tangan, sejarawan, jurnalis, dan ilmuwan untuk meneliti sejarah jam tangan tersebut dan memverifikasi keasliannya.
Baca juga: Populasi China Turun Drastis Pertama Kali dalam 60 Tahun
Perazzi mengatakan jam tangan itu adalah yang terbaik yang dibuat oleh Patek pada saat itu.
Jurnalis Russell Working, yang mewawancarai penerjemah Puyi, Georgy Permyakov tahun 2001, mengatakan Puyi memberikan jam tangan itu kepada Permyakov pada hari terakhirnya di Uni Soviet, sebelum ia diekstradisi kembali ke China.
"Ini adalah hal-hal yang kadang-kadang dia lakukan untuk orang-orang yang sangat istimewa baginya," kata Working.
(*)