Minggu, 26 April 2026

Jam Tangan Antik Milik Kaisar Terakhir China Dilelang seharga Rp76 Miliar

Belum diketahui bagaimana atau kapan Puyi memperoleh jam tangan tersebut, catat Phillips, setelah jam tangan itu dibuat pada tahun 1937 dan dijual...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Jam Tangan Antik Milik Kaisar Terakhir China Dilelang seharga Rp76 Miliar
Forbes
Jam tangan yang pernah dimiliki oleh kaisar terakhir Dinasti Qing China, Pu Yi, yang kehidupannya menjadi dasar film pemenang Oscar The Last Emperor, terjual dengan harga rekor HK$40 juta (US$5,1 juta), setara dengan Rp 76 miliar dalam lelang di Hong Kong hari Selasa, (23/5/2023). 

TRIBUNTORAJA.COM - Sebuah jam tangan yang pernah dimiliki oleh kaisar terakhir Dinasti Qing China, Pu Yi, yang kehidupannya menjadi dasar film pemenang Oscar The Last Emperor, terjual dengan harga rekor 40 juta dolar Hong Kong (5,1 juta dolar AS), setara dengan Rp76 miliar dalam lelang di Hong Kong, Selasa (23/5/2023).

Seorang pembeli yang dirahasiakan identitasnya membeli jam tangan langka Patek Philippe yang dulunya dimiliki oleh Aisin-Gioro Puyi.

Harga tersebut belum termasuk biaya lelang.

 

 

Thomas Perazzi, kepala divisi jam tangan di rumah lelang Phillips Asia, seperti dikutip Straits Times, mengatakan, ini adalah "hasil tertinggi" untuk jam tangan apa pun yang pernah dimiliki oleh seorang kaisar.

Jam tangan itu satu dari hanya tiga Patek Philippe Reference 96 Quantieme Lune, diberikan Puyi kepada penerjemah Rusia-nya ketika ia ditahan oleh Uni Soviet, kata rumah lelang tersebut. Harganya jauh melebihi perkiraan sebelum lelang sebesar 3 juta dolar AS.

Menurut New York Times, Puyi membawa jam tangan tersebut, Patek Philippe Reference 96 Quantieme Lune, ketika ia ditangkap oleh Uni Soviet selama Perang Dunia II, sebelum ia memberikannya kepada penerjemah Rusianya, Georgy Permyakov.

 

Baca juga: China Panggil Dubes Jepang untuk Ajukan Protes Karena Merasa Dilecehkan G7

 

Jam tangan tersebut, yang membutuhkan waktu tiga tahun untuk diverifikasi keasliannya, adalah salah satu dari tiga yang pernah dibuat oleh Patek Philippe, menurut rumah lelang Phillips, dan dilengkapi dengan fase bulan dan kalender tanggal ganda.

Belum diketahui bagaimana atau kapan Puyi memperoleh jam tangan tersebut, catat Phillips, setelah jam tangan itu dibuat pada tahun 1937 dan dijual kepada pengecer Prancis, Guillermin.

Kipas kertas merah yang diberi tulisan oleh Puyi sebelum ia memberikan kipas dan jam tangan kepada Permyakov juga terjual dengan perkiraan sebesar 61.000 dolar AS.

 

Baca juga: Bangkai Kapal Kuno Ditemukan di Laut China Selatan, Isinya Peninggalan Era Dinasti Ming

 

Jam tangan lain yang dimiliki oleh kaisar dan dijual dalam lelang termasuk jam tangan Patek Philippe milik kaisar Ethiopia terakhir, Haile Selassie, yang terjual seharga 2,9 juta dolar AS pada tahun 2017.

Sebuah jam tangan Rolex yang dimiliki oleh kaisar Vietnam terakhir, Bao Dai, terjual seharga 5 juta dolar AS dalam lelang pada tahun 2017.

Lahir pada tahun 1906, Aisin-Gioro Puyi adalah kaisar terakhir Dinasti Qing di China, yang memulai masa pemerintahannya pada usia dua tahun.

 

kaisar terakhir china pu yi dan jam tangan 2452023
Jam tangan yang pernah dimiliki oleh kaisar terakhir Dinasti Qing China, Pu Yi, yang kehidupannya menjadi dasar film pemenang Oscar The Last Emperor, terjual dengan harga rekor HK$40 juta (US$5,1 juta), setara dengan 76 miliar Rupiah dalam lelang di Hong Kong hari Selasa, (23/5/2023).

Baca juga: Kru Produksi Serial Drama China Minta Maaf Usai Tampilkan Foto Rose BLACKPINK Sebagai PSK

 

Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada tahun 1945, Puyi ditangkap oleh Tentara Merah Uni Soviet di Bandara Shenyang, China.

Ia ditahan sebagai tawanan perang dan dipenjarakan di sebuah kamp penahanan di Khabarovsk, Rusia, selama lima tahun.

Rumah lelang tersebut mengatakan bahwa mereka menghabiskan tiga tahun bekerja sama dengan spesialis jam tangan, sejarawan, jurnalis, dan ilmuwan untuk meneliti sejarah jam tangan tersebut dan memverifikasi keasliannya.

 

Baca juga: Populasi China Turun Drastis Pertama Kali dalam 60 Tahun

 

Perazzi mengatakan jam tangan itu adalah yang terbaik yang dibuat oleh Patek pada saat itu.

Jurnalis Russell Working, yang mewawancarai penerjemah Puyi, Georgy Permyakov tahun 2001, mengatakan Puyi memberikan jam tangan itu kepada Permyakov pada hari terakhirnya di Uni Soviet, sebelum ia diekstradisi kembali ke China.

"Ini adalah hal-hal yang kadang-kadang dia lakukan untuk orang-orang yang sangat istimewa baginya," kata Working.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved