Hari Buruh
May Day: Sejarah Hari Buruh di Indonesia
Sejarah Hari Buruh di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-buruh-152023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Hari Buruh atau May Day merupakan hari penting yang dirayakan setiap tanggal 1 Mei di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Hari ini, menjadi momentum penting untuk memperingati perjuangan kaum buruh dalam meraih hak-hak mereka.
Sejarah Hari Buruh di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda.
Pada tahun 1903, para buruh di Batavia (kini Jakarta) dan Surabaya melakukan mogok kerja untuk menuntut hak-hak yang layak, seperti upah yang lebih baik dan jam kerja yang manusiawi.
Aksi protes tersebut dipimpin oleh Henk Sneevliet, seorang aktivis sosialis Belanda yang kemudian dikenal dengan nama Maring.
Menurut buku "The Political Economy of Labor Repression in Indonesia" yang ditulis oleh Vedi R Hadiz, tuntutan kaum buruh pada saat itu terkait dengan kondisi kerja yang sangat berat, kekurangan perlindungan hukum dan kondisi kesehatan yang buruk.
Baca juga: Ganjar Pranowo Bakal Hadiri Peringatan Hari Buruh dan Temui Pimpinan Organisasi Buruh Indonesia
Aksi protes tersebut berhasil menarik perhatian publik dan pemerintah kolonial Belanda.
Pada tahun 1920, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) didirikan sebagai organisasi buruh pertama di Indonesia.
Organisasi ini menjadi cikal bakal gerakan buruh di Indonesia yang lebih besar dan memiliki pengaruh kuat pada perjuangan buruh selama bertahun-tahun kemudian.
Baca juga: Eksportir Bisa Potong Gaji Buruh 25 Persen Maksimal Selama 6 Bulan
Di bawah pemerintahan kolonial Belanda, aksi protes dan mogok kerja terjadi di seluruh Indonesia.
Pada tahun 1926, ribuan buruh di Batavia melakukan aksi unjuk rasa yang menuntut upah yang layak dan hak-hak sosial lainnya.
Namun, aksi protes tersebut berakhir dengan penangkapan dan penahanan terhadap para pemimpin gerakan.
Baca juga: Video Buruh Protes ke Bos Soal Upah Lembur Viral di Medsos, Sosoknya Dijuluki Marsinah
Menurut artikel "May Day in Indonesia: The Rise and Decline of the Labor Movement" yang ditulis oleh Hans van Zon, perjuangan kaum buruh terus berlanjut setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Pada tahun 1957, Perdana Menteri Indonesia kedelapan, Ali Sastroamidjojo, mengeluarkan Surat Keputusan yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Nasional.
Hari itu diperingati untuk mengenang perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Baca juga: Sejarah Injil Masuk ke Lembah Baliem, Diungkapkan Langsung Anak Sang Misionaris
Sejak itu, Hari Buruh Nasional di Indonesia dirayakan setiap tahunnya.
Pada tanggal 1 Mei 2021 lalu, ribuan buruh di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di beberapa kota, menuntut hak-hak yang lebih baik, seperti upah yang layak, jaminan sosial, dan perlindungan bagi pekerja migran.
Sebagaimana disebutkan dalam artikel "Buruh dan Hari Buruh di Indonesia" yang ditulis oleh Arbi Sanit, Hari Buruh Nasional di Indonesia menunjukkan bahwa perjuangan kaum buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka tidak pernah berhenti.
Baca juga: Apa Itu TGIF? Ini Dia Sejarah dan Arti Ungkapan Thank God Its Friday
Meskipun sudah banyak kemajuan yang dicapai, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak buruh di sektor informal.
Dalam konteks pandemi Covid-19, banyak buruh yang terdampak akibat penurunan ekonomi dan pengangguran yang meningkat.
Oleh karena itu, peran penting pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya semakin diperlukan.
Baca juga: Sejarah dan Makna Telur Paskah: Seni, Tradisi, Hingga Perayaan Kristen
Sebagai salah satu negara dengan jumlah buruh yang besar, Indonesia perlu memberikan perhatian khusus terhadap upaya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak buruh.
Peringatan Hari Buruh setiap tahunnya juga menjadi momen untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya perjuangan kaum buruh dan memperjuangkan hak-hak mereka.
Buku "The Political Economy of Labor Repression in Indonesia" yang ditulis oleh Vedi R Hadiz dan artikel "May Day in Indonesia: The Rise and Decline of the Labor Movement" yang ditulis oleh Hans van Zon memberikan gambaran sejarah perjuangan kaum buruh di Indonesia, baik pada masa kolonial Belanda maupun setelah Indonesia merdeka.
Baca juga: Sejarah dan Profil Antonie Aris Van De Loodstrecht: Sang Pembawa Injil ke Toraja 110 Tahun Lalu
Selain itu, artikel "Buruh dan Hari Buruh di Indonesia" yang ditulis oleh Arbi Sanit menggambarkan tantangan yang masih dihadapi oleh kaum buruh di Indonesia saat ini.
Dari sejarah dan perkembangan perjuangan kaum buruh di Indonesia, dapat kita pahami bahwa perjuangan kaum buruh tidak pernah berhenti.
Tuntutan hak-hak yang lebih baik dan perlindungan terhadap hak-hak buruh di sektor formal dan informal masih menjadi isu yang penting dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat luas.
Baca juga: Masjid Jami Madandan, Bukti Sejarah Masuknya Agama Islam di Tana Toraja
Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia harus terus memperjuangkan keadilan sosial dan hak-hak buruh demi terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera.
Selamat Hari Buruh!
(*)