Paskah
Sejarah dan Makna Telur Paskah: Seni, Tradisi, Hingga Perayaan Kristen
Telur Paskah adalah telur yang dihias dengan berbagai motif dan warna cerah, dan umumnya dijadikan hadiah atau dekorasi selama perayaan Paskah.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-telur-paskah-942023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Telur Paskah merupakan salah satu simbol penting dalam perayaan Paskah di seluruh dunia, terutama dalam tradisi Kristen.
Telur Paskah adalah telur yang dihias dengan berbagai motif dan warna cerah, dan umumnya dijadikan hadiah atau dekorasi selama perayaan Paskah.
Namun sejarah Telur Paskah sudah ada jauh sebelum Kekristenan muncul.
Seperti apa sejarahnya? Berikut penjelasannya, dihimpun Tribun Toraja dari berbagai sumber.
Sejarah Telur Paskah
Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa di mana telur merupakan simbol musim semi.
Asal usul Telur Paskah dapat dilacak kembali ke masa-masa prasejarah ketika telur dianggap sebagai simbol kesuburan dan kelahiran kembali.
Dikutip dari laman History.com, Telur Paskah menjadi populer pada zaman Mesir Kuno, Romawi Kuno, dan Sumeria.
Baca juga: Berikut Doa Syafaat Kristen Peringatan Jumat Agung dan Perayaan Paskah
Pada saat itu, telur-telur ini dihiasi dengan lukisan atau tato untuk memperingati musim semi, ketika alam sedang beregenerasi dan memulai siklus kehidupan baru.
Pada abad-abad pertama Kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena hari Paskah memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim semi.
Perayaan musim semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi kegembiraan meninggalkan musim dingin.