Hari Buruh
May Day: Sejarah Hari Buruh di Indonesia
Sejarah Hari Buruh di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda.
TRIBUNTORAJA.COM - Hari Buruh atau May Day merupakan hari penting yang dirayakan setiap tanggal 1 Mei di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Hari ini, menjadi momentum penting untuk memperingati perjuangan kaum buruh dalam meraih hak-hak mereka.
Sejarah Hari Buruh di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda.
Pada tahun 1903, para buruh di Batavia (kini Jakarta) dan Surabaya melakukan mogok kerja untuk menuntut hak-hak yang layak, seperti upah yang lebih baik dan jam kerja yang manusiawi.
Aksi protes tersebut dipimpin oleh Henk Sneevliet, seorang aktivis sosialis Belanda yang kemudian dikenal dengan nama Maring.
Menurut buku "The Political Economy of Labor Repression in Indonesia" yang ditulis oleh Vedi R Hadiz, tuntutan kaum buruh pada saat itu terkait dengan kondisi kerja yang sangat berat, kekurangan perlindungan hukum dan kondisi kesehatan yang buruk.
Baca juga: Ganjar Pranowo Bakal Hadiri Peringatan Hari Buruh dan Temui Pimpinan Organisasi Buruh Indonesia
Aksi protes tersebut berhasil menarik perhatian publik dan pemerintah kolonial Belanda.
Pada tahun 1920, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) didirikan sebagai organisasi buruh pertama di Indonesia.
Organisasi ini menjadi cikal bakal gerakan buruh di Indonesia yang lebih besar dan memiliki pengaruh kuat pada perjuangan buruh selama bertahun-tahun kemudian.
Baca juga: Eksportir Bisa Potong Gaji Buruh 25 Persen Maksimal Selama 6 Bulan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-buruh-152023.jpg)