Dugaan Korupsi
KPK Tangkap 25 Orang Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sulawesi
Saat ini Putu dan tiga orang lainnya yang juga terjaring OTT di Semarang sudah tiba di gedung Merah Putih. Total yang ditangkap empat orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Kereta-api-trans-sulawesi.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kepala Balai Teknis Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya dan tiga orang telah tiba di gedung merah putih KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan salah satu dari orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Semarang adalah Kepala Balai Teknis Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya.
Saat ini Putu dan tiga orang lainnya yang juga terjaring OTT di Semarang sudah tiba di gedung Merah Putih. Total yang ditangkap empat orang.
“Empat orang yang ditangkap sudah tiba di gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (12/4).
Menurut Ali, keempat orang tersebut langsung menjalani pemeriksaan di lantai 2 gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan. Adapun rombongan tim KPK yang melakukan OTT di Semarang tiba di gedung Merah Putih sekitar pukul 06.02 WIB.
Rombongan terdiri dari empat minibus. Mereka dijaga dengan dua mobil patroli dan pengawal (Patwal). Ali menyebut dalam OTT itu tim KPK mengamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah dan asing.
Namun, ia belum menyebutkan jumlah barang bukti yang diamankan tersebut karena masih dihitung dan dikonfirmasi ke para terperiksa. “Uang yang diamankan sebagai bukti dalam bentuk rupiah dan mata uang asing,” ujar Ali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tak hanya uang tunai KPK juga mengamankan barang bukti uang dalam ATM.
"BB (barang bukti) uang sementara kurang lebih Rp 350 juta, serta ATM berisi sekitar Rp 300 juta, uang sebesar Rp 900 juta untuk PPK Makasar dan 20.000 dolar AS untuk pihak lain," kata sumber tersebut. OTT ini berkaitan dengan kasus dugaan suap dari pihak swasta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Jawa Tengah terkait paket pekerjaan tender track layout (Tlo) Stasiun Tegal.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total juga mengamankan 25 orang dari empat lokasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api. Lokasi dimaksud antara lain, Jakarta, Semarang, Jawa Barat, dan Surabaya.
"Sejauh ini, tim KPK berhasil mengamankan para pihak terkait kasus ini sekitar 25 orang," ujar Ali Fikri.
Para pihak yang ditangkap KPK terdiri dari para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pejabat terkait lainnya serta pihak swasta.
"Dugaan korupsinya terkait pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi dan proyek-proyek perbaikan perlintasan kereta api lainnya di DJKA Kemenhub," imbuhnya.
Ali juga mengatakan KPK turut mengamankan sejumlah uang sebagai barang bukti.
"Sebagai bukti permulaan sekitar miliaran rupiah. Ada juga uang sebanyak sekitar ribuan dolar Amerika Serikat," ungkap Ali.
Merespons kabar tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mengatakan, belum mendapatkan informasi resmi dari KPK. Juru Bicara Kemenhub RI Adita Irawati menuturkan, pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari KPK terkait langkah selanjutnya dalam penanganan perkara melibatkan pejabat Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub ini.