Ibadah Haji
Calon Jemaah Haji Toraja Utara Diminta Siapkan APD Hadapi Musim Panas Esktrim di Arab Saudi
Karena itu, calon jemaah haji sudah menjaga kesehatan dari Indonesia. Termasuk mempersiapkan segala kebutuhan menghadapi cuaca panas tersebut.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/12042023_jemaah_haji.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Musim haji tahun ini mendapat ujian lebih. Di mana, puncak musim haji pada pertengah Juni bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi.
Karena itu, calon jemaah haji sudah menjaga kesehatan dari Indonesia. Termasuk mempersiapkan segala kebutuhan menghadapi cuaca panas tersebut.
"Iya, kami sudah mendapat informasi jika musim panas di Arab Saudi bersamaan dengan puncak haji tahun ini," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenang Toraja Utara, Sudirman Said, kepada TribunToraja.com.
"Kami terus mengingatkan dan mengimbau jemaah agar mempersiakan segala-galanya dalam menghadapi musim panas di Arab Saudi. Karena, ini bukan hanya panas, tapi panas sekali. Apalagi, bagi kita yang dari Toraja, daerah dingin," tambahnya.
Cuaca panas ekstrim ini juga berpotensi menyebabkan dehidrasi.
Selain itu, Sudirman Said memastikan jemaah dari Toraja Utara mempersiapkan alat pelindung diri (APD) untuk menghadapi musim panas di Arab Saudi.
Juga berbagai perlengkapan seperti sunblock, handbody, dan sebagainya juga diperlukan melawan cuaca panas.
Seperti diketahui, puncak musim haji di Mekah, 26 Juni hingga 31 Juli 2023, bertepatan periode puncak musim panas di Arab Saudi.
"Penting kami ingatkan, musim haji ini bertepatan cuaca ekstrim panas di Arab, suhu tertinggi bisa capai 48 derajat (Celcius) atau dua kali lipat dari panas di Tanah Air," kata Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag, Dr Arsad Hidayat Lc (49), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (9/4/2023) malam lalu.
Dua situs cuaca internasional, Weather Channel dan AccuWeather, mengkonfirmasikan pernyataan pejabat otoritas haji kemenag ini.
Suhu rerata mulai akhir Mei hingga Juli 2023, antara 42-45 derajat celcius, terendah di malam hari 29 derajat.
Sebagai referensi, pada 19 Juni, hari terpanas dalam setahun, suhu di Mekkah biasanya berkisar dari 27°C hingga 42°C, sedangkan pada 22 Januari, hari terdingin dalam setahun, berkisar dari 16°C sampai 29°C.
"Tidak seperti di Indonesia, panasnya itu lembab dan bikin keringat mengucur. Kalau panas Arab Saudi, seperti di Birr Ali, itu anginnya seperti dihantam api," kata Arsad.
Ini tips mitigasi dehidrasi selama musim haji:
1. Selalu dan wajib membawa air mineral dalam botol. Petugas PPIH dan kesehatan akan membekali panitia dengan botol air.