THR
Kapan THR Karyawan Swasta Dicairkan? Ini Penjelasan Apindo
Pencairan dilakukan sebelum memasuki cuti bersama Lebaran yang jatuh pada tanggal 19 April 2023.
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/THR-Cair-lebih-cepat.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Selain ASN, tunjangan hari raya (THR) juga akan diberikan kepada karyawan swasta. Jumlahnya sesuai ketentuan pemerintah atau sesuai dengan kebijakan perusahan tempat karyawan tersebut bekerja.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, mayoritas pengusaha akan mencairkan THR kepada karyawannya pada tanggal 17-18 April 2023 mendatang.
Pencairan dilakukan sebelum memasuki cuti bersama Lebaran yang jatuh pada tanggal 19 April 2023.
"Sebelum cuti bersama, ya, saya rasa THR sudah bisa cair semua. Saya rasa tanggal 17-18 (April) itu sudah terbayarkan semua, tanggal 17 April itu paling banyak," ujar Hariyadi saat dihubungi Kompas TV, Minggu (26/3/2023).
Namun ini berarti, pemberian THR melebihi batas yang ditentukan peraturan Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu maksimal 7 hari sebelum Lebaran.
Hari Raya Idul Fitri 2023 diprediksi akan jatuh tanggal 22 April 2023.
Seharusnya THR diberikan maksimal tanggal 15 April 2023.
Di sisi lain, Hariyadi mengatakan kondisi sebagian besar perusahaan sudah membaik.
Sehingga THR untuk para karyawan bisa dibayarkan penuh dan tidak dicicil.
Tidak seperti kondisi 3 tahun terakhir, di mana banyak perusahaan yang mencicil atau bahkan tidak bisa membayarkan THR sama sekali karena dihantam pandemi.
"Insya Allah bisa ya (tidak dicicil). Kami yakin semuanya bisa membayar. Karena situasi bisnis juga makin baik," katanya.
"Alhamdulillah sekarang kan pulih, cashflow mulai membaik. Perusahaan juga udah ada pengalaman mereka mulai cicil anggaran untuk bayar THR dri tahun lalu. Saya rasa kita lebih siap lah dengan THR tahun ini," ucapnya.
Namun, menurut Hariyadi memang masih ada beberapa sektor usaha yang akan kesulitan membayar THR Lebaran 2023.
Yaitu industri yang berorientasi ekspor, terutama ke Eropa dan Amerika Serikat. Seperti industri alas kaki dan tekstil.
Kedua pasar itu saat ini ekonomi sedang melemah, sehingga permintaan akan produk asal Indonesia pun menurun.