Psikolog: Berbagi pada Sesama Bisa Bikin Hidup Bahagia
Menurut seorang psikolog anak dan keluarga, Ayank Irma, berbagi itu bisa mengaktivasi hormon kebahagiaan yang ada di otak.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-berbagi-memberi-hadiah-ulang-tahun-2-2332023.jpg)
Bahagia Itu Pilihan
Menurut penelitian, rasa bahagia juga bisa menular.
Kendati demikian, rasa bahagia ternyata adalah sebuah pilihan.
Keputusan untuk menjadi bahagia atau tidak, ada di tangan masing-masing.
“Hal ini juga tergantung dari cara kita menyikapi situasi dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup,” kata psikolog Jovita Ferliana M.Psi, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Sambut Ramadan 1444 Hijriah, Jamaah Masjid Besar Rantepao Bersih-Bersih Masjid
Ia menekankan, yang tidak boleh dilupakan sebelum berbagi kebahagiaan dengan orang lain, sebaiknya kita juga terlebih dahulu merasa bahagia.
Masa pandemi telah menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat membuat orang lain bahagia dengan memberi yang tidak selalu berbentuk materi.
“Berbagi happy bisa dengan menjadi tempat curhat, menanyakan kabar teman, mengajak video call untuk berbagi cerita, atau sesimpel memberikan senyuman,” kata Jovita.
(*)