Hari Perempuan Internasional, Sejarah dan Tema Tahun Ini
Tujuan dari tema kampanye IWD 2023 #EmbraceEquity adalah agar dunia berbicara tentang mengapa peluang yang sama tidak cukup.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
TRIBUNTORAJA.COM - Tanggal 8 Maret hari ini diperingati sebagai International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional.
Dilansir dari laman resmi International Women's Day, tema tahun ini adalah #EmbraceEquity
"Untuk Hari Perempuan Internasional dan seterusnya, mari kita semua #EmbraceEquity sepenuhnya. Ekuitas bukan hanya bagus untuk dimiliki, tetapi juga harus dimiliki," demikian penjelasan di situs tersebut.
"Fokus pada kesetaraan gender perlu menjadi bagian dari DNA setiap masyarakat. Dan sangat penting untuk memahami perbedaan antara ekuitas dan kesetaraan."
Tujuan dari tema kampanye IWD 2023 #EmbraceEquity adalah agar dunia berbicara tentang mengapa peluang yang sama tidak cukup. Orang-orang mulai dari tempat yang berbeda, jadi inklusi dan rasa memiliki yang sejati membutuhkan tindakan yang adil.
"Kita semua dapat benar-benar merangkul kesetaraan. Itu bukan hanya sesuatu yang kita katakan. Ini bukan hanya sesuatu yang kita tulis. Itu adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan, ketahui, hargai, dan rangkul."
"Itu yang kami yakini, tanpa syarat. Kesetaraan berarti menciptakan dunia yang inklusif."
"Masing-masing dari kita dapat secara aktif mendukung dan merangkul kesetaraan dalam lingkup pengaruh kita sendiri."

"Kita semua dapat menantang stereotip gender, menyerukan diskriminasi, menarik perhatian pada bias, dan mencari inklusi."
Aktivisme kolektif inilah yang mendorong perubahan. Dari aksi akar rumput hingga momentum berskala luas, kita semua dapat merangkul kesetaraan."
Hari Perempuan Internasional dirayakan bertujuan untuk menghargai prestasi para perempuan serta untuk memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh perempuan di seluruh dunia.
Sejarah IWD
Masih dari laman International Women's Day, Hari Perempuan Internasional bermula dari aksi demo 15.000 perempuan di New York, Amerika Serikat, pada tahun 1908.
Belasan ribu perempuan tersebut menyuarakan hak tentang peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1910, pemimpin 'Kantor Perempuan', Clara Zetkin, mengajukan gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional.
Gagasan itu menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan. Konferensi Perempuan yang terdiri lebih dari 100 perempuan dari 17 negara menyetujuinya.
Kilas Balik Hari Perempuan Internasional
Gagasan itu disetujui Konferensi perempuan dari 17 negara yang beranggotakan total 100 perempuan. Sehingga disepakati 19 Maret 1911 sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Jerman, Denmark dan swiss.
Pergerakan perempuan di Rusia menggelar aksi damai menentang Perang Dunia I pada 8 Maret 1913. Setahun kemudian, perempuan di seantero Eropa menggelar aksi yang sama di tanggal yang sama.
Diera Perang Dunia II, 8 maret digunakan seluruh dunia sebagai momentum advokasi keserataan gender.
Tanggal 8 Maret kemudian diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1975.
Pada 2011, mantan Presiden AS Barack Obama menetapkan Maret Sebagai Bulan sejarah perempuan.
Di masa sekarang, gagasan dan konsep tentang kesetaraan gender kini bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan.
Kini, perempuan memiliki kesempatan untuk berada di pemerintahan, kesetaraan yang lebih besar dalam hak-hak legislatif, dan apresiasi terhadap pencapaian mereka di berbagai bidang.
Akan tetapi, masih terdapat sejumlah benang kusut permasalahan perempuan yang belum terpecahkan, seperti masih adanya ketidaksetaraan upah antara perempuan dan laki-laki, juga kasus-kasus kekerasan domestik yang lebih dominan dialami perempuan.
Namun demikian perbaikan dan perubahan besar telah dilakukan. Perempuan kini bisa menjadi astronot, perdana menteri, memperoleh pendidikan tinggi, bebas untuk bekerja dan memiliki keluarga, serta memiliki kebebasan untuk memilih tujuan hidupnya.
Hari perempuan bukan hanya sekadar seremonial belaka, perayaan hari perempuan harus bisa dimaknai lebih terutama bagi kamu perempuan.
Para perempuan terdahulu yang sudah lebih dulu memperjuangkan kesetaraan kamu wanita tak hanya berkorban tenaga bahkan diri mereka sendiri pun dikorbankan demi kesetaraan hak para kaum perempuan.(*)
Peringati Hari Perempuan Internasional, YESMa Ingin Berdayakan Perempuan di UMKM |
![]() |
---|
Google Doodle Spesial Hari Perempuan Internasional 2024, Ini Sejarahnya |
![]() |
---|
Hari Ini dalam Sejarah: Hari Anak Perempuan Internasional 11 Oktober |
![]() |
---|
Google Doodle Spesial Hari Perempuan Internasional: Wanita Dukung Wanita! |
![]() |
---|
Rayakan Hari Perempuan Internasional, Laman Pencarian Google Bertabur Hiasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.