Kesehatan
Ciri-ciri Seseorang Terkena Gula Darah Tinggi atau Diabetes Serta Cara Mencegahnya
Banyaknya makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, diduga menjadi penyebab anak muda mulai terjangkit penyakit gula darah tinggi.
Penulis: Redaksi | Editor: Muh. Irham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Ilustrasi-diabetes1.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Penyakit gula darah tinggi bisa menimpa semua kalangan. Penyakit ini biasanya ditandai dengan haus berlebihan dan penurunan berat badan secara drastis yang tidak diketahui penyebabnya.
Di masa kekinian, penyakit ini kini merambah banyak kalangan anak muda. Banyaknya makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi, diduga menjadi penyebab anak muda mulai terjangkit penyakit gula darah tinggi.
Hiperglikemia atau gula darah tinggi adalah kondisi ketika ada terlalu banyak gula dalam darah. Selama ini, mungkin lebih dikenal sebagai gejala utama yang mendasari penyakit diabetes.
Padahal sebenarnya, gula darah tinggi juga bisa terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Baik pada penderita diabetes maupun yang bukan, kondisi gula darah tinggi penting untuk bisa dikelola dengan baik.
Melansir Everyday Health, American Diabetes Association (ADA) mencatat, seseorang dianggap memiliki kadar gula darah tinggi jika:
Gula darah puasa atau sebelum makan: di atas atau sebesar 126 mg/dL
Gula darah dua jam setelah makan: di atas atau sebesar 200 mg/dL
Hemoglobin A1C (HbA1C): di atas atau sebesar 6,5
Namun, hanya sedikit orang yang menyadari ciri-ciri gula darah tinggi tersebut lantaran gejalanya yang mirip dengan penyakit lain.
Selain itu, apa saja ciri-ciri gula darah tinggi dan pencegahannya?
Ciri-ciri gula darah tinggi
Ciri-ciri gula darah tinggi selanjutnya adalah mudah lapar. Dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan, berikut adalah ciri-ciri gula darah tinggi:
1. Penurunan berat badan
Ciri-ciri gula darah tinggi yang pertama adalah penurunan berat badan lantaran adanya kadar gula darah terlalu tinggi. Sehingga, membuat hormon insulin tidak mendapatkan glukosa untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.
2. Mudah lapar