Banjir Makassar
316 Korban Banjir Makassar Mengungsi di Kampus YPUP
Para pengungsi menempati dua ruang kelas belajar di dalam kampus tersebut.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pengungsi-banjir-makassar-1422023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Sebanyak 316 orang korban banjir Makassar kini mengungsi di Posko Pengungsian yang didirikan di dalam Kampus Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) Jl Andi Tonro, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/2/2023) siang.
Mereka adalah korban banjir di tepi kanal Jl Andi Tonro, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, masih bertahan di posko pengungsian.
Para pengungsi menempati dua ruang kelas belajar di dalam kampus tersebut.
Mereka tampak santai berbincang di lantai yang beralas tikar, terpal dan karpet.
Ketua RT Syamsinar mengatakan terdapat 62 kepala keluarga atau 262 total jiwa yang mengungsi di Kampus YPUP saat banjir melanda kemarin.
226 orang itu terdiri dari 12 bayi, 23 balita, dan dewasa 227 orang.
Namun, setelah didata ulang, kata Syamsinar terjadi penambahan jumlah pengungsi.
"Setelah kita data ulang tadi ternyata pengungsi sekarang bertambah menjadi 316 orang," kata Syamsinar.
Saat ini, kondisi kesehatan para pengungsi dalam kondisi normal.
Baca juga: Enam Kecamatan di Barru Terdampak Banjir, Tanete Rilau Hampir Wilayah Terendam Air
Terlebih petugas Puskesmas Jongaya telah melakukan pemeriksaan kesehatan.
Hanya saja, satu dari ratusan pengungsi terserang demam.