Kesehatan
Asam Urat Bisa Bikin Demam? Ini Penjelasannya
Asam urat juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti demam dan menggigil yang belum disadari sebagian orang.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/asam-urat-112023.jpg)
Sitokin yang dilepaskan oleh tubuh dapat menyebabkan siklus peradangan sendi yang terjadi secara berkelanjutan.
Orang yang mengalaminya bakal merasakan nyeri dan demam yang akut.
Pada saat itulah, tubuh yang sedang demam menjadi menggigil karena tubuh berupaya untuk menaikkan suhu.
Tujuannya untuk melawan infeksi dan membuat orang menjadi gemetar karena menggigil supaya mendapatkan tambahan panas.
Sementara itu, respons peradangan dan deman ternyata lebih intensi dialami oleh prang yang usianya sudah 50 tahun ke atas.
Hal ini terungkap dalam penelitian Journal of Advanced Research yang dipublikasikan pada September 2017.
Adapun, gejala asam urat lainnya adalah sensasi hangat, kemerahan di sekitar sendi, sakit kepala, sendi kaku, termasuk malaise.
Baca juga: 3 Manfaat Rebung untuk Kesehatan, Efektif Turunkan Kolesterol Jahat dalam Darah
Penyebab asam urat kambuh
Ada beberapa faktor yang menyebabkan asam urat kambuh sewaktu-waktu.
Namun, hal ini bergantung pada gaya hidup dan jenis kelamin.
Penelitian yang dipublikasikan ke Journal of Advanced Research mendapati bahwa prevalensi pria mengalami asam urat sebesar tiga hingga enam persen.
Sementara wanita mempunyai prevalensi terkena asam urat sebesar satu sampai dua persen.
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan asam urat menjadi kambuh:
- Genetik atau keturunan
- Minuman tinggi gula atau bersoda
- Kelebihan berat badan
- Usia
- Konsumsi makanan tinggi purin
- Obat-obatan tertentu, seperti obat diuretik, beberapa antibiotik yang diresepkan untuk tuberkulosis, termasuk siklosporin
- Konsumsi alkohol.