Penipuan
Dapat Link APK, Jangan Dibuka. Itu Modus Baru Menguras Tabungan di Bank
Link yang dikirimkan pelaku ini umumnya undangan digital, pengumuman, dan lainnya dengan menggunakan aplikasi bodong alias palsu berakhiran ".APK".
Penulis: Apriani Landa | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/28012023_aplikasi_bodong.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Belakangan ini marak pembobolan isi tabungan melalui link yang dikirimkan pelaku.
Salah satu korbannya adalah Doni Paembonan, warga Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.
Pemuda asal Toraja ini kehilangan uang dalam rekening BRI miliknya sebanyak Rp 67 juta.
Nasib naas itu dialaminya berawal dari seseorang oknum yang mengaku sebagai kurir JNE akan mengantarkan paket.
Baca juga: Tabungan BRI Pria asal Toraja Sebesar Rp 67 Juta Ludes Setelah Dikirimi Link dari Oknum Kurir JNE
Oknum tersebut memberikan link dan meminta agar Doni membukanya. Saat membuka link tersebut, tidak lama Doni mendapat notifikasi dari BRImo bahwa ada transaksi transfer padahal dia tidak sedang melakukan hal itu.
Uangnya Rp 67 juta seketika raib.
Nasib serupa juga dialami Derasmus, warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia kehilangan uang di BRI sebesar Rp14 juta dan menyisakan Rp 25 ribu, setelah membuka membuka undangan digital yang dikirim lewat pesat WhatsApp.
BRI menghimbau agar waspada dan hati-hati dengan modus pembobolan tabungan ini.
Baca juga: Ketua IKaTNus: Waspada Penipuan Melalui Facebook
"Kami mengimbau Bpk/Ibu untuk selalu menjaga informasi rahasia seperti user ID, password, PIN, OTP, dan kode CVC/CVV dan tidak memberikan informasi rahasia tersebut melalui saluran, tautan, website, atau sumber tidak resmi lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan BRI," demikian isi dari pesan BRI tersebut.
Link yang dikirimkan pelaku ini umumnya undangan digital, pengumuman, dan lainnya dengan menggunakan aplikasi bodong alias palsu dalam bentuk file APK.
Jika menerima link seperti itu, apalagi dari orang yang tidak dikenal atau pakai nomor baru, sebaiknya hati-hati.
Lebih bijak lagi jika tidak membukanya. Apalagi jika pengirim pesan terkesan memaksa untuk membuka link tersebut.
"Kalau saya mendapat undangan pernikahan digital, kalau tidak muncul fotonya, tidak akan saya buka. Karena undangan yang resmi itu ya ada pasti fotonya," kata Irma, warga Makassar.