Sejumlah Objek Wisata di Toraja Utara 0 Pengunjung Sepanjang 2022, Kok Bisa?
Objek wisata tersebut seperti Sarambu Sikore, Gumuk Pasir, Pana', Marinbunna, Sarambu Marurun, dan Marante.
Penulis: Agatoni Buttang | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/13012023_Gumuk_Pasir_Toraja.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Toraja, khususnya Toraja Utara, memiliki banyak sekali objek wisata, baik yang sudah lama beroperasi maupun yang namanya baru mencuat.
Selain wisata budaya, Toraja Utara memiliki objek wisata alam yang yang menawan.
Sayangnya, beberapa objek wisata di Toraja Utara minim pengunjung bahkan ada yang tidak ada pengunjungnya sama sekali di tahun 2022 ini.
Dari data kunjungan wisatawan di Torut selama 2022 yang diperoleh TribunToraja.com, beberapa objek wisata tersebut tercatat 0 pengunjung.
Objek wisata tersebut seperti Sarambu Sikore, Gumuk Pasir, Pana', Marinbunna, Sarambu Marurun, dan Marante.
Sementara objek wisata Museum Landorundun, Mentirotiku, To'kumila, Lo'ko Mata, dan objek wisata Galugu Dua hanya dikunjungi wisatawan pada Desember 2022.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbupar) Kabupaten Toraja Utara, Matius Sampelalong, mengakui hal itu.
Ia mengatakan kurangnya pengunjung di objek wisata tersebut akibat manajemen objek wisata yang tidak terorganisir dengan baik.
"Manajemennya kurang bagus. Dampak dari Covid-19 salah satunya. Selama pandemi, manajemennya tidak menyikapi dengan baik," ujarnya, Jumat (13/1/2023).
"Kita kan (seperti) yayasan bukan Pemda. Sementara Pemda memfasilitasi yayasan dalam segi anggaran, supaya bagus kembali," ucapnya.
Lebih lanjut, kata Matius, Dinas Pariwisata akan melakukan penelusuran dan akan berkoordinasi dengan Pemkab Toraja Utara guna menstabilkan kembali tingkat kunjungan wisatawan.
"Pasca Covid diharapkan bisa kembali meningkat (kunjungan wisata). Kita perbaiki manajemennya, kita akan telusuri kenapa bisa tidak diminati pengunjung," katanya,
Pengelola objek wisata Sarambu Sikore, Dina, membenarkan hal itu.
Kata Dina, selama 2022, hanya warga setempat saja yang menginjakkan kaki ke objek wisata tersebut.
"Iya sangat sepi, hanya warga-warga di sini saja yang datang," ungkapnya.