Polisi Tembak Polisi
Ditanya Soal Peristiwa Pelecehan di Magelang, Tangis Putri Candrawathi Pecah
Dalam sidang pemeriksaan sebagai terdakwa, Rabu (11/1/2023), Hakim Ketua Iman Wahyu Santosa menanyakan potongan peristiwa pelecehan seksual tersebut.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/putri-candrawathi-1112023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kronologi peristiwa pelecehan seksual yang disebut dialaminya di Magelang, pada 7 Juli 2022.
Dalam sidang pemeriksaan sebagai terdakwa, Rabu (11/1/2023), Hakim Ketua Iman Wahyu Santosa menanyakan potongan peristiwa pelecehan seksual tersebut.
Meski demikian, Hakim tidak menanyakan dan menganggap sesuai dengan keterangan Putri Candrawathi saat menjadi saksi dengan sidang tertutup lantaran peristiwa tersebut merupakan konten pelecehan.
Hakim bertanya, saat Putri Candrawathi terkapar, Susi kemudian datang ke lantai 2 untuk membantu.
"Susi naik dulu ya, waktu saudara jatuh terduduk?" tanya Hakim.
Tiba-tiba Putri Candrawathi menangis.
Putri Candrawathi menangis sambil memberikan keterangan terkait potongan peristiwa pelecehan seksual yang diklaim dialaminya.
Baca juga: Ricky, Kuat, dan Richard Mengaku Disodorkan Rp2 Miliar, Ferdy Sambo: Salah Tafsir!
"Setelah saya jatuh terduduk, saya tersadar ketika Susi memegang kaki kanan saya. Dia menggoyang-goyangkankan kaki saya, dia bilang, 'ibu, ibu!'," ujar Putri Candrawathi.
Putri sempat berhenti memberikan keterangan lantaran tak mampu menahan air matanya.
Salah satu anggota tim Penasehat Hukum Putri bahkan sampai membawakan tisu karena terlihat cucuran air mata di wajah kliennya tersebut.
"Terus dia (Susi) membuka mata saya. Saya menangis. Lalu, susi berteriak 'Om Kuat tolong ibu'," lanjut Putri sambil menangis.
"Lalu, Kuat naik ke atas, memegang kaki kiri saya. Lalu, saya diangkat, dibopong sama Kuat sama Susi ke dalam kamar. Saya dibaringkan di tempat tidur," ujarnya lagi sambil terus menangis.
Sambil menangis, Putri Candrawathi bercerita Susi menggosokkan kakinya dengan minyak dan menyelimutinya.