Sabtu, 2 Mei 2026

PMTI Sulsel

Wawancara Khusus PMTI: Menyatukan Orang Toraja di Seluruh Dunia

Berikut wawancara ketiga narasumber dengan host Tribun Timur, Fiorena Jieretno.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Wawancara Khusus PMTI: Menyatukan Orang Toraja di Seluruh Dunia
IST
Dewan Penasihat PMTI Sulsel Kombes Pol Darma Lelepadang, Sekretaris PMTI Wilayah Sulsel Aris Pompalilu dan Ketua Panitia Nasional Natal PMTI Andrianus Pernden, hadir di Tribun Timur, Kamis (5/1/2023) dalam program Ngobrol Virtual. 

TRIBUNTORAJA.COM - Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) akan menggelar perayaan Natal nasional di Makassar.

Ini merupakan Natal nasional PMTI yang pertama kali diadakan di Kota Makassar.

Puncak Natal PMTI diadakan Jumat (6/7/2023) di Hotel Myko, Jl Bouleverd Makassar.

Menyambut agenda ini, Dewan Penasihat PMTI Sulsel Kombes Pol Darma Lelepadang, Sekretaris PMTI Wilayah Sulsel Aris Pompalilu dan Ketua Panitia Nasional Natal PMTI Andrianus Pernden, hadir di Tribun Timur, Kamis (5/1/23) untuk memberi penjelasan terkait kegiatan tersebut melalui program Ngobrol Virtual.

Berikut wawancara ketiga narasumber dengan host Tribun Timur, Fiorena Jieretno.

 

Baca juga: PMTI Sulsel Gelar Natal Nasional Pertama di Makassar Jumat Malam, Panitia: Ini Bukan Perayaan Biasa!

 

 

Apa filosofi lahirnya PMTI?
Kombes Pol Darma Lelepadang :

PMTI adalah organisasi paguyuban, paguyuban kami ini adalah paguyuban kekeluargaan sosial kemasyarakatan dimana dalam hal ini filosofi atau falsafah hidup mengacu pada filosofi warga Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar yakni sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, kemudian falsafah hidup nenek moyang kami di Toraja 'misa kada dipotua, pantan kada dipomate' artinya 'satu pendapat membuat kita hidup, banyak ego pendapat pribadi membuat kita mati'.

Kemudian diangkat lagi dalam filosofi berbangsa dan bernegara ialah NKRI harga mati.

Apa makna perayaan ini untuk warga PMTI?
Kombes Pol Darma Lelepadang :

Di Toraja bukan hanya satu agama.

Ada Kristen, Hindu, Islam, Budha, dan agama lainnya.

Kita bersuku, berbangsa untuk hidup saling mengasihi dan saling menopang tanpa perbedaan. Kami harap semua masyarakat mau kerjasama dengan saudara kami dari suku dan agama manapun, kita semua bersaudara untuk NKRI yang kuat, hebat dan bangkit.

Apakah ada pengawasan ketat oleh aparat dalam agenda ini?
Kombes Pol Darma Lelepadang :

Dengan ekspektasi kehadiran kurang lebih 3 ribu, bahkan sampai 5 ribu orang, disitu bisa menggambarkan bahwa PMTI suatu wadah sosial untuk bisa menghimpun saudara kita yang bukan hanya dari satu golongan agama tapi semuanya untuk bisa merajut kebersamaan mendukung pembangunan bangsa dan kesatuan.

Sebagai dewan penasehat sekaligus bagian dari aparat keamanan sudah melakukan silaturahmi dengan dewan gereja bahwa mari kita beribadah dengan penuh semangat, jangan takut karena TNI/Polri bersatu dengan masyarakat untuk mengamankan keamanan, ketertiban dan kenyamanan ibadah Natal.

Jadi tidak ada ketakutan dalam hal ini.

 

 

Apa harapan PMTI dalam agenda Natal nasional ini?
Kombes Pol Darma Lelepadang :

Makassar adalah bagian dari Toraja, karena orang Toraja ada di wilayah Sulsel, oleh sebab itu ketika Natal diadakan di Makassar maka akan jadi pengungkit dan jadi semangat kepada diaspora Toraja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Semangat meningkatkan paguyuban kita dalam kerja sosial kedepan, kita kolaborasi.

Satu hal yang penting, mari menghormati pemerintah, patuh dan taat kepada pemerintah. Dalam kitab suci dikatakan pemerintah adalah wakilnya Tuhan di dunia, jadi wajib bagi kita untuk menghormati.

Bagaimana gambaran terkait perayaan Natal PMTI perdana di Makassar?
Sekretaris PMTI Wilayah Sulsel, Aris Pompalilu :

Perayaan Natal nasional adalah program pengurus pusat yang ditempatkan di Sulsel dan tempatnya di Makassar.

Perayaan ini bukan hanya sekadar merayakan Natal tapi diharapkan dalam suasana Natal ini seluruh masyarakat Toraja di Sulsel, di Makassar khususnya bahkan seantero nusantara bisa ikut dalam rangkaian ini.

Setelah pulang kampung (ke Toraja) lalu mampir ke Makassar dan kembali nanti ke kehidupan sehari-hari dimana Tuhan menempatkan hambanya masing-masing.

Ini bukan perayaaan biasa tapi berkumpul bersama.

Kehadiran PMTI bukan hanya sekedar organisasi yang yang berlabel Toraja saja tapi organisasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua masyarakat di sekitarnya.

Karena filosofinya dimana kaki berpijak disitu langit dijunjung, jadi dimanapun orang Toraja berada harus memberi hal yang bermanfaat.

Bagaimana pandangan anda terkait agenda kemanusiaan yang dilakukan jelang perayaan Natal nasional PMTI?
Sekretaris PMTI Wilayah Sulsel, Aris Pompalilu :

Salah satu program PMTI Sulsel ialah bedah rumah.

Ini akan terus berjalan, lagi pula banyak program lain juga akan dilaksankan seperti bersih kota.

Kenapa seperti itu, karena kita hidup berdampingan dengan orang lain, PMTI selalu melaksanakan program kolaborasi dengan kegiatan pemda karena itu bagian dari partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Program lainnya, memberikan beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu, pembinaan dan pengembangan UMKM, termasuk memberdayakan anak Toraja yang belum kesempatan dapat kerjaan.

Diharapkan program ini disambut baik warga Toraja, tapi sasarannya bukan hanya sekadar warga Toraja tapi yang berdampak kepada semua warga.

Sulsel sudah ada sembilan pengurus daerah, salah satu rangkaian kegiatan ialah pelantikan pemuda Toraja Sulsel pada Kamis (5/1/2022/3) sore. Organisasi ini sebagai wadah pengembangan diri.

Kemungkinan juga akan dibentuk perhimpunan perempuan Toraja karna PMTI hadir untuk pengembangan seni dan budaya, seluruh warga Toraja seluruh lapisan harus dilibatkan supaya Toraja tetap eksis dan mendapat sambutan yang baik.

PMTI Sulsel juga punya bagian kepengurusan dibidang yang berhubungan dengan bencana alam. Dimanapun daerah yang kena bencana alam, tim SAR PMTI ikut serta.

Bukan hanya sekedar menyediakan alat tapi membantu proses evakuasi, menyediakan, hingga menyalurkan makanan.

 

Baca juga: Ketum PMTI dan Walikota Makassar Jadi Saksi Pelantikan Pengurus PTI Sulsel

 

Apa target dari PMTI Sulsel dalam perayaan Natal tahun ini?
Sekretaris PMTI Wilayah Sulsel, Aris Pompalilu :

Karena PMTI adalah wadah dimana masyarakat Toraja berhimpun, perhimpunan ini menjadi kerukunan keluarga yang ada, jadi lewat Natal ini dirayakan dengan suka cita di Makasar lalu kembali ke tempat masing-masing bekerja.

Semoga menjadi teladan dalam kehidupan.

Beberapa kegiatan PMTI secara nasional selalu memusatkan kegiatan yang sifatnya peningkatan budaya, pariwisata yang dilakukan di Toraja, karena memang tujuannya rumah sendiri dulu yang harus dibesarkan.

 

Baca juga: Warga Toraja di Bawah Naungan PMTI Gelar Natal Nasional di Makassar, 3.000 Orang Dijadwalkan Hadir

 

Apa alasan kegiatan ini digelar di Makassar?
Ketua Panitia Nasional Natal PMTI, Adrianus Pernden :

Acara Natal nasional PMTI digelar di Makassar, tentu kita tahu selama ini Natal PMTI ditempatkan di Jakarta karena pusat organisasi ini ada di Jakarta.

Tahun lalu ada pemikiran bahwa ada baiknya dilakukan di Makassar tidak di Jakarta terus. Apalagi masyarakat Toraja berasal dari Sulsel, wajahnya, serambinya, cerminnya ada di Sulsel, sehingga pertama sekali Sulsel ditunjuk sebagai tuan rumah, kita mau gelaran ini dimulai dari asal kita sendiri, di Sulsel.

Semua pengurus bisa mengambil waktu datang, karena ini ajang silaturahmi, ajang konsolidasi. Selain rangkaian kegiatan, acara pokok ada dua yakni ramah tamah yang berlangsung di kediaman Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Kamis (5/1/2023) dan perayaaan Natal di Hotel Myko, Jumat (6/1/2023).

 

Baca juga: PMTI Undang Tokoh Lintas Agama di Perayaan Natal Nasional di Kota Makassar

 

Siapa saja yang akan hadir dalam agenda ini?
Ketua Panitia Nasional Natal PMTI, Adrianus Pernden :

Kami mengundang tokoh masyarakat lintas agama, bukan hanya Kristen.

Diprediksi ada 3 ribu yang akan hadir. Sebelum acara ibadah pada Jumat (6/1/2023), akan didahului perayaan nasional dihadiri Gubernur dan Forkopimda Sulsel, Wali Kota Makassar, Forkopimda Makassar dan organisasi kerukunan yang ada di Sulsel.

Seperti apa persiapannya?
Ketua Panitia Nasional Natal PMTI, Adrianus Pernden :

Panitia sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin, dan bukan berarti hal ini mudah pelaksananya karena mengorganisir berbagai macam elemen, mengatur warga yang datang.

Keamanan juga sangat penting jadi kita sudah koordinasi, izin sudah ada, itu menandakan acara ini berjalan resmi, betul-betul dilaporkan kepada pihak yang berkewajiban dalam hal itu.

Natal di awal tahun sekaligus bermakna bahwa mari memulai pekerjaan, kita mulai dengan mendudukkan dalam pimpinan Tuhan, bukankah firman Tuhan bahwa sia-sialah kita membangun kalau bukan Tuhan yang memulai, kita harap ketika lakukan kegiatan di 2023 kita letakkan di hadapan Tuhan sehingga semua kegiatan ke depan bisa berjalan dengan baik.

Natal menjadi doa baik di awal tahun. (*)

Baca juga: PMTI Akan Bedah 12 Rumah Warga Toraja di Makassar, Setiap Rumah Dianggarkan Rp 40 Juta

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved