Tokopedia Ajak 12 Juta Sellernya Terapkan Bisnis Ramah Lingkungan

Melalui gerakan ini, Tokopedia mengajak para penjualnya alias seller untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan.

Penulis: redaksi | Editor: Apriani Landa
TribunToraja
HIJAU - Tokopedia meluncurkan gerapan Tokopedia Hijau, Rabu (14/12/2022) sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. 

TRIBUNTORAJA.COM - Tokopedia sebagai bagian dari GoTo, meluncurkan gerakan Tokopedia Hijau hari ini, Rabu (14/12/2022).

Public Affairs Senior Lead Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan, dalam jumpa pers secara by Zoom, mengatakan bahwa dari 12 juta penjual di Tokopedia, hampir 100 persen adalah UMKM.

Melalui gerakan ini, Tokopedia mengajak para penjualnya alias seller untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan.

"Ini demi membangun bisnis berkelanjutan dan dapat berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan hidup, melalui Program Edukasi dan Inkubasi Seller Hijau,” ujarnya.

Program Edukasi Seller Hijau terdapat modul komprehensif untuk memandu penjual memulai dan membangun bisnis yang lebih ramah lingkungan, serta webinar, yang bisa diakses oleh penjual secara gratis.

Ada juga Program Inkubasi Seller Hijau yang terdiri dari serangkaian proses, seperti kelas intensif dan kampanye daring, untuk lebih memberdayakan penjual ramah lingkungan.

Program, yang juga melibatkan social enterprise The Local Enablers ini menyasar penjual dengan produk dan kemasan ramah lingkungan, serta usaha berkelanjutan yang berdampak pada sosial dan lingkungan.

Owner The Local Enabler, Dr Dwi Indra P, mengatakan Program Inkubasi Seller Hijau Tokopedia, pihaknya berperan sebagai fasilitator untuk berbagi wawasan serta praktik terbaik dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan bagi para pelaku UMKM.

Untuk menggaungkan program ini, Tokopedia menyediakan dana pembinaan sebesar Rp 100 juta untuk tiga penjual ramah lingkungan terbaik.

Salah satu contoh produk yang ramah lingkungan yang bergabung dalam Tokopedia Hijau, adalah TISOO. Ini adalah tisu dari bambu dengan kemasan bebas plastik.

“TISOO hadir sejak awal 2021 untuk membantu mengatasi deforestasi hutan alam. Kami menanam bibit pohon mangrove untuk setiap pembelian produk TISOO. Lewat Tokopedia, omzet kami bisa mencapai puluhan juta,” kata Owner TISOO, Stephannie Thian.

Sementara KaIND menggandeng lebih dari 200 petani di Pasuruan untuk membuat produk fashion ramah lingkungan dengan memanfaatkan budidaya ulat sutra eri.

“Proses produksi dilakukan secara etis (tanpa membunuh pupa ulat sutera), menggunakan pewarna alami dan menerapkan prinsip zero waste,” ujar owner KaIND, Melie Indarto.

Selain itu, untuk setiap pengguna yang bertransaksi melalui halaman Tokopedia Hijau selama 10-17 Desember 2022, Tokopedia akan menanam satu bibit pohon sebagai bentuk dukungan atas aksi pelestarian lingkungan.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved