Minggu, 17 Mei 2026

Nekad Buka Usaha Kopi Saat Pandemi, Owner Kopi Randan Uma Kini Menuai Sukses

Dengan memanfaatkan potensi kopi di Toraja yang dikenal dengan kopi arabikanya menjadi inspirasi untuknya dalam membuka usaha.

Tayang:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Nekad Buka Usaha Kopi Saat Pandemi, Owner Kopi Randan Uma Kini Menuai Sukses
TribunToraja
RANDANU UMA - Owner Kopi Randan Uma, Tangdilian Payung Allo sedang meracik kopi. Tangdilian menceritakan awal mula membangun usaha kedai kopi saat masih pandemi. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pandemi Covid-19 membuat kinerja semua sektor di Indonesia menurun, terutama sektor ekonomi.

Tidak sedikit pengusaha merugi, bahkan gulung tikar. Namun, langkah nekad justru dilakukan Tangdilian Payung Allo.

Dengan memanfaatkan potensi kopi di Toraja yang dikenal dengan kopi arabikanya menjadi inspirasi untuknya dalam membuka usaha.

Tangdilian Payung Allo mengubah tantangan menjadi peluang. Ia membuka usaha produksi dan kedai kopi dengan brand Kopi Randan Uma pada tahun 2020.

Padahal, Tangdilian Payung Allo mengaku tak memiliki background bisnis.

Baca juga: Karena Racikan PT Toarco Jaya, Masyarakat Jepang Mulai Beralih Jadi Penikmat Kopi

"Sebenarnya background awal saya itu sebetulnya di seni, orang film," katanya.

Sebelumnya dia pernah bekerja di bagian pertambangan di Sulawesi Tengah. Namun ia harus kembali ke kampung karena bencana alam yang menimpa kota Palu.

Baca juga: IKaT Nusantara Ajak Diaspora Toraja Kembangkan Kebun Kopi dan Sayur untuk IKN

"Sempat saya kerja di Palu bagian tambang tapi karena ada tsunami akhirnya balik ke Toraja," tuturnya.

Setelah mengakhiri karirnya di bidang tambang, ia berniat kembali ke dunia film namun gagal karena pandemi.

"Sempat mau balik lagi ke Jakarta buat syuting, ternyata pandemi, akhirnya gagal semua," ujarnya.

Dengan niat tulus, ia mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri di Toraja.

"Tidak ada tempat kita jualan film, akhirnya berpikirlah apa yang bisa kita angkat di Toraja yang berpotensi," imbuhnya.

Baca juga: Profil Kecamatan Bittuang, Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Tana Toraja

Setelah pertimbangan panjang, ia pun mengambil keputusan untuk membuka usaha kopi.

"Akhirnya saya ambil usaha kopi. Awalnya hanya sangrai manual pakai tangan. Akhirnya berkembang dan akhirnya kita buka kedai juga disini," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved