Kecamatan Bittuang
Profil Kecamatan Bittuang, Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Tana Toraja
Bittuang memang merupakan salah satu daerah penghasil kopi bekualitas di Tana Toraja. Penggemar kopi menyebutnya dengan Kopi Bittuang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/bittuang.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu kecamatan di Tana Toraja adalah Bittuang. Jika menyebut nama Bittuang, ingatan akan tertuju pada kopi.
Bittuang memang merupakan salah satu daerah penghasil kopi bekualitas di Tana Toraja. Penggemar kopi menyebutnya dengan Kopi Bittuang.
Wilayah ini sebenarnya tak hanya kaya dengan hasil perkebunannya.
Daerah dengan populasi penduduk tertinggi kelima di Tana Toraja.
Kecamatan Bittuang terdiri dari 1 Kelurahan dan 14 Lembang (Desa).
Wilayah yang berada di atas ketinggian 1.500 meter permukaan laut ini, dapat ditempuh sekitar 1 jam 13 menit dari Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja.
Bittuang sendiri telah dikenal sejak abad 19 masa kolonial Belanda.
Wilayah ini juga menyimpan cerita yang menarik pada masa lalu.
Seperti emas hitam atau kopi Bittuang yang dulunya digemari oleh para dewa (julukan bagi kaum bangsawan eropa pada saat itu).
Pada tahun 2020 lau, Kecamatan Bittuang dipilih sebagai lokasi debat kandidat Pilkada Tana Toraja. Debat digelar di gedung Tammuan Mali, Kelurahan Bittuang, Kecamatan Bittuang.
Diikuti tiga pasangan calon, nomor urut 1 Theo-Zadrak, nomor urut 2 Nico-Victor dan nomor urur 3 Albert-John.
Berikut profil singkat Kecamatan Bittuang.
Daftar 15 Kelurahan dan Lembang (Desa) :
Kelurahan Bittuang, Lembang Le'tek, Kole Palian, Pali, Patongloan, Sasak, Bau, Sandana, Rembo'-Rembo', Kandua', Burasia, Buttu Limbong, Se'seng, Tiroan, Balla'.
Jumlah penduduk : 15.315 jiwa