Minggu, 12 April 2026

Ini Makna dan Filosofi Tongkonan, Rumah Adat Orang Toraja

Tongkonan merupakan bahasa Toraja yang berarti tempat, mendapat akhiran “an” sehingga berarti tempat duduk.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Ini Makna dan Filosofi Tongkonan, Rumah Adat Orang Toraja
ist
Rumah adat Toraja, Tongkonan (https://kikomunal-indonesia.dgip.go.id) 

TRIBUNTORAJA.COM - Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja dan menjadi salah satu ikon wisata Sulsel.

Tongkonan berupakan bahasa Toraja yang berarti tempat, mendapat akhiran “an” sehingga berarti tempat duduk. Tongkonan juga berasal dari kata ongan yang berarti bernaung.

Dilansir dari Wikipedia, Tongkonan adalah rumah adat orang Toraja, yang merupakan tempat tinggal, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya orang Toraja.

Tongkonan tidak bisa dimiliki oleh perseorangan, melainkan dimiliki secara komunal dan turun temurun oleh keluarga atau marga Suku Tana Toraja.

Tongkonan biasanya dijaga dan dipelihara oleh seseorang yang dipercayakan mengelolanya (to ma’kampai tongkonan), dan biasanya orang yang sekaligus membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) serta menjaga, memelihara, dan mengorganisir upacara-upacara yang dilaksanakan oleh anggota keluarga tongkonan tersebut.

Beberapa wilayah di Toraja, seperti di Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja, menyebut Tongkonan dengan "Tokkonan".

Tongkonan bentuknya rumah panggung, terdiri dari tiga lapisan, yang dibangun dari kombinasi batang kayu dan lembaran papan. Denahnya berbentuk persegi panjang mengikuti bentuk praktis dari material kayu.

Dilansir dari Kompas.com, ada tiga bagian dari Tongkonan, memiliki nilai filosofis mencerminkan dunia, yaitu dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah.

Pertama adalah kolong (Sulluk Banua), bagan (Kale Banua), dan atap (Ratiang Banua).

Layaknya rumah panggung, kolong nampak ruang kosong ditutupi dari atas papan kayu atau bambu seperti bale-bale.

Di sinilah biasanya masyarakat duduk dan bernaung. Di situ pulalah orang untuk berkumpul, bermusyawarah, dan menyelesaikan masalah-masalah adat.

Kemudian ada Kale Banua atau badan rumah, bentuknya kotak, yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Lantainya terdiri dari lembaran papan yang diperkuat dengan struktur lantai panggung.

Pada bagian ini mempunyai beberapa fungsi lain seperti ruang istirahat tamu sekaligus ruang upacara syukuran yang berada di di sisi depan dan sebagai ruang keluarga yang sekaligus digunakan sebagai ruang menempatkan jenazah pada saat upacara pemakaman.

Pada sisi belakang bangunan terdapat ruang tidur bagi anggota keluarga.

Intinya, bagian tengah ini adalah untuk aktivitas sehari-hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved