Ini 10 Jenis Kerbau Menurut Masyarakat Toraja, Harganya Bisa Mencapai Rp 1 Miliar
Kerbau tidak lepas dari aktivitas adat masyarakat, khususnya saat upacara Rambu Solo’ atau pesta kematian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kerbau.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Bagi masyakarat Toraja, kerbau adalah hewan yang sangat spesial. Masyarakat Toraja menamai kerbau dengan sebutan tedong.
Kerbau tidak lepas dari aktivitas adat masyarakat, khususnya saat upacara Rambu Solo’ atau pesta kematian.
Selain itu, kerbau pun dikaitkan dengan status sosial masyarakat setempat.
Jika keluarga bangsawan, jumlah kerbau yang dikorbankan bisa mencapai puluhan sampai ratusan ekor.
Status sosial juga biasa dilihat dari jumlah tedong atau kerbau yang disembelih serta jenisnya.
Baca juga: Sarita, Kain Batik Toraja yang Mengandung Doa
Baca juga: 4 Jenis Beras Yang Dijual di Toraja Utara dan Harganya
Jenis kerbau dipisahkan berdasarkan ciri pada corak, ukuran, bentuk tubuh, tanduk, serta perpaduan warnanya.
Ini 10 jenis kerbau atau tedong di masyarakat Toraja:
Kasta tertinggi dari kerbau adalah jenis ini. Bagaiman tidak, harganya sangat selangit dan paling mahal dari jenis kerbau lainnya di Toraja, bisa mencapai Rp 1 miliar per ekor.
Ciri dari Tedong Saleko adalah warna dasar putih dengan belang hitam. Tedong Saleko memiliki tanduk kuning gading dengan bola mata berwarna putih.
2. Tedong Bonga
Ini jenis yang paling sering dikenal masyarakat awam, Tedong Bonga. Jika memiliki jenis ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri.
Harganya juga selangit, hampir sama dengan Tedong Saleko.
Ciri Tedong Bonga berbanding terbalik dengan Saleko, walau coraknya hampir sama.
Tedong Bonga berwarna dasar hitam dengan belang putih.