Antrian Panjang di SPBU Akibat Stok Solar Berkurang, Ini Penjelasan Pertamina
Petugas SPBU mengaku pasokan BBM jenis solar berkurang hingga 50 persen dalam tiga pekan terakhir ini.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Antri-BBM.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Stok bahan bakar solar mulai langka di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
Antrian panjang sejumlah truk dan kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar sudah beberapa hari mengular di SPBU.
Seperti terlihat di SPBU Alang-alang, Kabupaten Toraja Utara, jalan poros Makale-Rantepao, Selasa (25/10/2022) siang.
Petugas SPBU yang tidak ingin disebutkan namanya di Toraja Utara mengatakan jika antrian panjang kendaraan ini karena pasokan solar dari Pertamina yang berkurang.
Ia mengatakan, pasokan BBM jenis solar biasanya berkisar antara 16 ribu liter per hari. Namun, dalam tiga pekan terakhir ini, pasokan dari Pertamina hanya berkisar 8 ribu liter saja atau berkurang 50 persen.
"Kami tidak tahu pasti penyebab pengurangan jatah BBM Solar ke Toraja. Pengurangan ini tentu berdampak bagi masyarakat Toraja,” ujarnya.
Dikonfirmasi via WhatsApp (WA),PJS Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Taufik Kurniawan, menjelaskan, supply BBM untuk wilayah Toraja dalam keadaan normal.
Pasokan Solar dikirim dari Terminal BBM (TBBM) Palopo yang ada di Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
"Suplay dari sana hingga siang ini terpantau terkendali,” ucapnya.
Suplay Solar kemungkinan melambat karena jalur suplay terputus akibat longsor yang terjadi di jalan poros Palopo-Toraja. Karena itu, jalur suplay dialihkan melalui terminal Parepare lewat Enrekang hingga tiba di Toraja, sehingga membutuhkan extra waktu.
"Jadi kemarin itu dialihkan jalur suplay via Parepare lalu ke Enrekang baru ke Toraja,” ucapnya.
Ia menambahkan, Pertamina mengantarkan BBM sesuai yang diorder SPBU.
"Kami antarkan sesuai pesanan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pihak Pertamina dan SPBU tetap memperhatikan agar pengantaran tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
"Ada batasan sebenarnya juga dari Pemerintah,” ujar Taufik.