Pengguna Mobil Listrik Meningkat di Toraja Utara, SPKLU Masih Terbatas
Fasilitas tersebut berada di kantor ULP PLN Rantepao dan menjadi satu-satunya titik pengisian bagi
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/mobil-listrik222.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Penggunaan kendaraan listrik di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, terus menunjukkan tren peningkatan.
Namun, keterbatasan infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan utama, karena saat ini Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru tersedia satu unit.
Fasilitas tersebut berada di kantor ULP PLN Rantepao dan menjadi satu-satunya titik pengisian bagi pengguna kendaraan listrik di wilayah itu.
Tim Leader Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ULP PLN Rantepao, Dias, mengatakan kondisi tersebut membuat pengguna kendaraan listrik belum sepenuhnya leluasa, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan dari luar daerah.
“Kalau saat ini memang masih terbatas, meskipun SPKLU di Toraja Utara sudah di-upgrade,” ujarnya saat ditemui di kantor ULP PLN Rantepao, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, SPKLU yang ada telah ditingkatkan menjadi fasilitas fast charging berkapasitas sekitar 180 kW, sehingga waktu pengisian menjadi lebih singkat, yakni sekitar satu jam.
Meski demikian, keterbatasan jumlah slot pengisian masih menjadi kendala, terutama saat arus mudik atau kunjungan wisata meningkat.
Banyak kendaraan listrik dari luar daerah, seperti Makassar, masuk ke Toraja Utara dan membutuhkan layanan pengisian daya.
Di sisi lain, sebagian besar pengguna kendaraan listrik lokal masih memilih melakukan pengisian daya di rumah karena dinilai lebih praktis, meski membutuhkan instalasi listrik dengan kapasitas tertentu.
Untuk tarif pengisian di SPKLU, saat ini berkisar Rp2.400 per kWh.
Total biaya pengisian bergantung pada kapasitas baterai kendaraan yang umumnya berada di kisaran 30 hingga 60 kWh.
Hingga kini, belum ada kebijakan khusus di tingkat daerah terkait penambahan SPKLU, termasuk di kawasan strategis seperti destinasi wisata.
Pihak PLN daerah masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
“Kami berharap ada penambahan SPKLU di beberapa titik, apalagi Toraja merupakan daerah wisata. Namun kebijakan tersebut biasanya ditentukan dari pusat,” katanya.
Dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, potensi peralihan ke kendaraan listrik dinilai semakin terbuka.
Namun, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, percepatan adopsi kendaraan listrik di daerah seperti Toraja Utara masih menghadapi berbagai kendala.
Saat ini, mobil listrik yang banyak digunakan masyarakat di Toraja Utara antara lain Wuling Cloud EV dan Chery Omoda E5, serta beberapa model lainnya.(*)
| BAIC Perkenalkan SUV Hybrid BJ30 di GIIAS Makassar 2025, Tawarkan Diskon hingga Rp30 Juta |
|
|---|
| Head-to-Head Mobil Listrik Murah: BYD Atto 1 Tantang Wuling Air ev dan VinFast VF 3 |
|
|---|
| Mobil Listrik BYD Seal Terbakar di Jakarta |
|
|---|
| Tiang Listrik Bakal Jadi Tempat Cas Baterai Mobil |
|
|---|
| Kota Makassar Sering Mati Lampu, Pemkot Bagi-bagi Mobil Listrik Seharga Rp700 Juta |
|
|---|