Senin, 20 April 2026

Bawaslu Toraja Utara Perkuat Literasi Demokrasi Lewat Ngabuburit Pengawasan

Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menekankan bahwa literasi pengawasan harus terus ditingkatkan sebagai fondasi

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Bawaslu Toraja Utara Perkuat Literasi Demokrasi Lewat Ngabuburit Pengawasan
Tribun Toraja/Zul Fadli
NGABUBURIT PENGAWASAN - Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Toraja Utara, Bonnie Freedom, membawakan materi pada acara Ngabuburit Pengawasan dengan tema "Meningkatkan Literasi Pengawasan di Masa Non Tahapan", di Kantor Bawaslu Toraja Utara, Sulsel, Rabu (25/02/2026) malam. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Toraja Utara menggelar kegiatan bertajuk Ngabuburit Pengawasan dengan tema “Meningkatkan Literasi Pengawasan di Masa Non Tahapan”, di Kantor Bawaslu Toraja Utara, Kota Rantepao, Sulawesi Selatan, Rabu (25/02/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan edukasi publik untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengawasan partisipatif, khususnya pada masa non tahapan pemilu dan pemilihan.

Meski tidak sedang memasuki tahapan elektoral, Bawaslu menegaskan fungsi pengawasan tetap relevan sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi dan pencegahan pelanggaran sejak dini.

Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menekankan bahwa literasi pengawasan harus terus ditingkatkan sebagai fondasi demokrasi yang sehat dan berintegritas.

“Masa non tahapan bukan berarti pengawasan berhenti. Justru di fase ini kita memperkuat literasi, membangun kesadaran kolektif, serta menanamkan nilai pengawasan partisipatif kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, semangat pengawasan tidak boleh hanya hadir saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi harus menjadi budaya demokrasi yang hidup di tengah masyarakat.

Literasi pengawasan di masa non tahapan dinilai sebagai investasi penting untuk mewujudkan pemilu dan pemilihan yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Toraja Utara, Bonnie Freedom, menjadi narasumber. 

Ia memaparkan strategi pencegahan pelanggaran, penguatan publikasi, serta optimalisasi peran masyarakat dalam mengawal demokrasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Arifin, menyampaikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang mengangkat nilai integritas dan pengawasan sebagai tanggung jawab moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih di momentum Ramadan.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota KPU Toraja Utara, Semuel Rianto Tappi dan Harsal Lahiya, yang mengapresiasi inisiatif penguatan literasi pengawasan sebagai bentuk sinergi antarpenyelenggara pemilu.

Mahasiswa magang dari Universitas Bosowa Makassar turut menjadi peserta diskusi dan dialog interaktif yang berlangsung hangat selama kegiatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved